GOWA, BKM — Rencana Porda yang akan dihelat di Kabupaten Pinrang dalam waktu dekat bakal tak diikuti tim cabor bulutangkis Gowa. Hal itu disuarakan para pengurus PBSI (Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia) Gowa yang ditunjuk menangani persiapan atlet bulutangkis untuk Porda Pinrang.
Pihak PBSI Gowa seperti dikatakan HM Natsir Maudu selaku manager cabor bulutangkis ini, Sabtu (8/9/2018) pukul 13.00 Wita via telepon WhatsApp mengatakan, berdasarkan hasil rapat bersama para tim pelatih cabor bulutangkis untuk Porda ini, maka direncanakan tim cabor bulutangkis akan mundur dari rencana mengutus atlet bulutangkis di even Porda kali ini.
Alasannya karena dana untuk akomodasi dan latihan-latihan atlet tidak memadai.
“Kami berencana mengundurkan diri karena anggaran yang disiapkan untuk bulutangkis tidak sesuai dengan kebutuhan atlet. Selain kebutuhan makan dan minum para atlet selama pelatihan yang telah menguras kas pengurus bahkan dominan menggunakan dana pribadi itu perlu dipikirkan bahwa cabor bulutangkis ini membutuhkan kesiapan fasilitas lainnya untuk atlet seperti raket dan bola selama latihan selain makan minum atlet selama latihan. Dan sekarang untuk menuju Porda, atlet hanya dialokasi anggaran dari Dinas Pemuda Olahraha sebesar dua juta rupiah,” ungkap HM Natsir Maudu.
Karena itu pihaknya bersama pelatih lainnya kuatir apalagi sudah satu bulan berjalan latihan atlet dilakukan fan sudah memakan pembiayaan kisaran Rp 20 juta.
“Bagaimana nanti di Porda, sementara anak-anak saja latihan selama sebulan sudah menghabiskan biaya Rp 20 juta. Makanya kami di cabor bulutangkis pesimis saja sehingga kami hanya malah mau mengusulkan untuk mundur dari pengutusan atlet ke porda,” tandas HM Natsir Maudu yang juga Kabid Pendanaan PBSI Kabupaten Gowa. (saribulan)

