GOWA, BKM — Momen tahun baru Islam atau 1 Muharram 1440 Hijriyah menjadi hari yang diistimewakan umat Islam. Banyak tradisi-tradisi orangtua yang hingga kini masih dilakukan masyarakat.
Tradisi belanja perabotan dapur menjadi satu hal penting khususnya bagi masyarakat yang masih memegang teguh tradisi ini. Selain belanja perabotan dapur antara lain timba, masyarakat juga berbondong-bondong melakukan ziarah ke makam Tuanta Salamaka Syekh Yusuf yang terletak di Ko’banga atau kompleks makam Syekh Yusuf di Jl Syekh Yusuf Kelurahan Katangka, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa.
Seperti terlihat hari ini, Selasa (11/9/2018) sejak pagi hingga jelang tengah hari, makam pahlawan nasional ini didatangi para peziarah yang datang silih berganti dan berombongan.
Hajjah Masniah misalnya. Warga kota Balikpapan, Kalimantan ini jauh-jauh datang hanya untuk berziarah ke makam Syekh Yusuf. Ini tradisi turun temurun leluhurnya dan kini tetap dilakukannya sepanjang tahun.
“Saya punya tumpun keluarga Makassar dan Bugis khususnya di Gowa ini dan saya punya tradisi keluarga merayakan 1 Muharram,” kata Hajjah Masniah yang datang ke Gowa dengan tiga tradisi wajib yakni berziarah ke makam Syekh Yusuf, beli emas meski hanya 1 gram dan beli perabot dapur meski hanya berupa sendok atau timba untuk kamar mandi.
Katanya filosofi membeli sendok atau timba untuk mandi mencerminkan meraup rejeki. “Semoga saya mampu menyendok atau menimba rejeki itu sebanyak-banyaknya..itulah sebagian tradisi leluhur saya dan itu filosofinya,” katanya tersenyum.
Tradisi lain yang ditunjukkan peziarah di makam Syekh Yusuf adalah mengambil sejumput tanah makam Syekh Yusuf lalu kemudian dimasukkan ke dalam botol untuk dibawa pulang ke rumah atau kampungnya.
Tradisi ini seperti dikatakan Dg Kebo, memiliki filosofi semoga berkah yang ditebarkan Allah SWT melalui hamba-hambaNya akan merembes ke kehidupan generasi di masa sekarang. “Ini bukan berhala tapi bagi kami tanah di makam ini adalah suci. Tanah inilah yang kami ambil agar berkah Allah turut menyuburkan tanah kami di kampung,” ucap Dg Kebo yang tinggal di salah satu dusun di Pattallassang.
Hal senada dikatakan Dg Ngani. Dia bersama anak cucunya selalu berziarah setiap 1 Muharram. “Saya dan keluarga ziarah ke makam Syekh Yusuf untuk berdoa kepada Allah agar dilimpahkan berkah untuk keluarga,” kilahnya.
Terkait kunjungan peziarah di makam Syekh Yusuf, diakui Yusuf Dg Liong selaku penjaga makam, adalah hal lumrah setiap tahun dilakukan masyarakat Islam di Gowa.
Jangankan di musim lebaran Idul Fitri, volume besar kunjungan peziarah terjadi 1 Muharram ini. “Hari ini pengunjung cukup banyak mereka yang datang bukan hanya asli Gowa tapi juga luar Gowa bahkan ada yang datang dari.luar Sulawesi,” kaya Yusuf Dg Liong. (saribulan)

