MAKASSAR, BKM — Perolehan suara yang cukup signifikan pada pemilihan legislatif (Pileg) tahun 2014 lalu, tidak membuat H Hardiman J Rewa SE MM, kembali maju pada Pileg 2019 mendatang. Pada Pileg kali ini, Hardiman maju melalui Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
”Pengalaman maccaleg (menjadi caleg, red) pada Pemilu legislatif 2014 telah membuat saya semakin siap untuk menghadapi pemilihan 2019 mendatang. Perolehan suara saya ditahun 2014 lalu terbilang cukup signifikan untuk duduk sebagai anggota DPRD Jeneponto. Tapi memang rezeki saya belum kesampaian waktu itu untuk menjadi seorang legislator. Insya Allah, pada Pemilu 2019 mendatang, saya optimis akan meraih satu kursi untuk daerah pemilihan II meliputi Kecamatan Tamalatea dan Bontoramba,” ujar Hardiman yang akrab disapa Ardi, Kamis (13/9).
Majunya kembali dirinya sebagai Caleg, kata Ardi didasari atas panggilan hati nurani. Ia melihat, masih ada beberapa kebutuhan mendasar di Kecamatan Bontoramba dan Tamalatea yang belum diperjuangkan secara maksimal.
Sehingga banyak masyarakat di daerah pemilihannya ini yang mencap kalau Caleg hanyalah menebar janji-janji palsu. Karena ketika terpilih, mereka sudah melupakan janji-janji yang pernah diucapkannya.
”Tapi Insya Allah, ketika saya terpilih nanti, saya akan berupaya secara maksimal merealisasikannya. Saya akan berupaya mengubah pernyataan yang berkembang di tengah-tengah masyarakat di Kecamatan Bontoramba dan Tamalatea kalau caleg itu hanya tukang janji,” ujar mantan wartawan ini.
Wakil Ketua DPC PPP Bagian Kepemudaan, Seni, Olahraga, dan Pengerahan Massa ini mengakui, dari beberapa hal yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat setempat, dirinya akan fokus pada tiga aspek, yakni pendidikan, ekonomi, dan keagamaan.
”Pendidikan ini sangat penting bagi siapa saja. Terutama mulai dari tingkatan kanak-kanak hingga dewasa. Karena dengan pendidikan yang memadai, tentunya akan dapat mengubah dan memperbaiki seseorang. Karena terus terang, selama ini masyarakat setempat telah menanamkan pada pikiran anak-anaknya kalau pendidikan itu tidak terlalu penting. Karena ujung-ujungnya akan menjadi petani atau nelayan. Akibatnya, kehidupan mereka tidak terlalu berkembang,” terang lelaki kelahiran tahun 1983 ini.
Untuk memenangkan pertarungan di dapil dua, Ardi bersama tim dan simpatisannya yang tergabung dalam Rewa Community, terus bergerak. Mereka melakukan pendekatan secara persuasif di tengah-tengah masyarakat. Utamanya memberikan edukasi mengenai tugas dan fungsi anggota dewan yang sebenarnya.
”Saya bersama tim dan simpatisan saya akan terus berupaya mengedukasi masyarakat Kecamatan Tamalatea dan Bontoramba. Terutama mengenai fungsi dan tugas sebagai anggota dewan itu seperti apa sebenarnya,” kata mantan penyiar radio ini. (mir)
Bangkit Untuk Perjuangkan Aspirasi Masyarakat
×

