GOWA, BKM — Tanggeng Dg Boli, demikian sapaan pria renta berusia 70 tahun ini yang hidup sebatang kara di rumah gubuk panggung yang terletak di tengah area persawahan.
Bukan hanya renta dan sebatangkara tapi kakek ini rupanya juga buta (tuna netra) yang dialami sejak lahir. Inilah yang memiriskan hati seorang AKBP Shnto Silitonga.
Makanya dengan langkah mantap, Kapolres Gowa ini kukuh menyambangi rumah tinggal Tanggeng Dg Boli yang terletak di atas pematang sawah di area persawahan Dusun Manyampa, Desa Tanakaraeng, Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa, Sabtu (15/9/2018) siang.
Aksi peduli yang diperlihatkan pejabat tinggi di lingkup Polres Gowa ini bukan sekadar pencitraan Kepolisian namun memang semata mata karena kehidupan kakek Tanggeng Dg Boli yang sangat memprihatinkan.
Menurut Kapolres Shinto, Kepolisian punya program tali asih dimana sisi kehidupan manusia menjadi salah satu bagian yang dicermati insan Polri selain tampil sebavai institusi pengamanan dan pelindung negara.
Kepada kakek tua ini, Kapolres Shinto memberikan tali asih berupa beras dan lainnya seperti tas, pakaian, senter, sarung serta santunan lainnya.
“Kami menerima informasi bahwa ada warga yang membutuhkan uluran tangan, jadi kami mengunjunginya sebagai wujud kepedulian sosial keluarga besar Polres Gowa,” terang Shinto didampingi sejumlah personil Polisi dari Polres Gowa dan Polsek Manuju.
Shinto pun berharap bantuan ala kadar dari institusinya tersebut dapat mengurangi beban hidup Tanggeng Dg Boli yang menghabiskan waktunya untuk menjaga sawah dan mengembala sapi milik warga. Dari situlah dia mendapatkan upahnya dalam bentuk makanan dari pemilik sawah dan sapi yang dijaganya.
Segala bentuk tali asih yang diserahkan Kapolres Gowa diterima dengan haru oleh Tanggeng Dg Boli. Kunjungan di rumah gubuk kakek ini berlangsung agak lama lantaran selain berbincang dengan Tanggeng Dg Boli, Kapolres Shinto pun menyempatkan diri makan siang bersama si kakek buta tersebut.
Untuk sampai ke rumah Tanggeng Dg Boli, kapolres bersama rombongan menempuh jarak 1 Km dari arah jalan desa. Sebagai wujud baktinya, Kapolres Shinto memanggul sendiri karung berisi beras yang diserahkan ke kakek Tanggeng Dg Boli. (saribulan)

