GOWA, BKM — Ratusan warga Lingkungan Borongtala, Kelurahan Tamallayang, Kecamatan Bontonompo langsung mendekati Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan begitu turun dari DD 1 B yang ditumpanginya.
Adnan langsung diserbu warga sambil menyatakan terima kasihnya atas kehadiran Bupati Gowa, Rabu (19/9/2018) jelang petang.
Warga juga berterima kasih atas dibangunnya saluran irigasi permanen di lingkungan mereka yang akan mengaliri persawahan di tiga desa di Bontonompo yakni Desa Bontolangkasa, Desa Katangka dan Desa Bategulung.
Kunjungan Bupati Adnan didampingi Kadis PUPR Gowa, Mundoap dan Kabag Humas Kerjasama Gowa Abdullah Sirajuddin ini disambut hangat Camat Bontonompo Muh Yasin Mallingkai, Lurah Tamallayang Alimuddin R Sijaya, Ketua Karang Taruna Bontonompo Syarifuddin Tompo serta kepala lingkungan setempat dan tokoh masyarakat.
“Masyarakat Borongtala ini sangat bersyukur karena saluran irigasi yang dulunya hanya berdinding tanah itu kini sudah ditanggul dengan permanen. Semoga irigasi ini memiliki manfaat besar dan menghasilkan produksi pertanian yang melimpah ruah ke depan,” kata Yasin Mallingkai.
Perbaikan irigasi ini juga dirasakan manfaatnya bagi para murid dan siswa sekolah karena irigasi ini menjadi jalur alternatif mereka pergi dan pulang dari sekolah.
“Iya jalur alternatif ini menghubungkan juga akses jalan poros ke Rappokaleleng,” tambah warga Bontonompo, Syarifuddin Tompo yang juga Ketua Karang Taruna Bontonompo ini.
Selain di Bontonompo, Bupati Adnan juga meninjau pembangunan irigasi di Kecamatan Pallangga tepatnya di desa Bontoramba, Kecamatan Pallangga.
Untuk kedua saluran irigasi itu Bupati Adnan menjelaskan bahwa irigasi yang berada di Kecamatan Bontonompo adalah saluran sekunder Bontolangkasa
yang berada di Kelurahan Tamallayang dan saluran sekunder Borong Boddi di Desa Bonto Biraeng Utara yang akan mampu mengairi total sawah 734 hektare.
“Kalau total saluran yang di Bontonompo itu 13.600 meter dan yang sudah dikerja baru 498 meter. Irigasi ini akan mampu mengairi total sawah seluas 734 hektare,” kata Adnan.
Sementara tambah bupati, untuk saluran sekunder Lonrong yang berada di Desa Bontoramba, Kecamatan Pallangga dibangun sepanjang 4 Km dan
mampu mengairi 505 hektare sawah di empat desa yakni tiga desa di Pallangga dan satu di Kecamatan Bajeng.
“Pembangunan saluran irigasi di dua kecamatan ini ditargetkan rampung akhir Oktober. Mudah-mudahan pada awal Nopember sudah bisa mengaliri seluruh sawah yang ada di empat desa tersebut,” kata Adnan.
Terkait lokasi pembangunan saluran irigasi, Adnan mengaku baru pertama kali pembangunan irigasi dibangun khususnya di wilayah Pallangga, dan diharapkan dengan adanya saluran irigasi ini mampu meningkatkan kualitas pertanian di Kabupaten Gowa.
Mega proyek dari Kementerian PUPR ini masing-masing menghabiskan anggaran sebanyak Rp 1.020.174.000 untuk saluran irigasi Bontolangkasa yang berada di Kecamatan Bontonompo dan Rp 1.010.326.200 untuk saluran sekunder Lonrong yang berada di Kecamatan Pallangga. (saribulan)

