MAROS, BKM — Pemilihan kepala desa (Pilkades) se Kabupaten Maros akan dilaksanakan serentak di 65 desa pada akhir Oktober mendatang. Pelaksanaan Pilkades ini dikuatirkan rawan bentrok.
Hal itu diungkapkan Wakapolres Maros, Kompol Muhammad Amin, kepada wartawan, usai melaksanakan Mantapbrata 2018. Rawannya bentrok di pelaksanaan Pilkades mendatang, karena pelaksanaannya akan bersentuhan langsung antara calon Kades dan warganya.
”Ini akan menjadi perhatian khusus aparat kepolisian. Karena rawan bentrok. Apalagi ketika pemilihan nanti, antara pemilih dan yang dipilih akan sangat dekat. Masyarakatnya bersentuhan dengan calonnya,” jelasnya.
Sejauh ini, kata Kompol Amin, pihaknya tidak bisa memetakan daerah yang rawan bentrok. Pasalnya, hampir semua daerah masuk dalam kategori rawan. Untuk menjaga keamanan pelaksanaan Pilkades, sedikitnya satu TPS akan dijaga 4 orang aparat kepolisian.
”Kami tidak bisa memetakan kerawanan Pilkades berdasarkan zonanya. Karena yang namanya Pilkades itu, semuanya rawan. Makanya, setiap TPS akan dijaga antara satu sampai empat orang personel,” sebutnya.
Selain membahas masalah Pilkades, Polres Maros juga mulai mempersiapkan tahapan Pilpres. Rencananya, pada 20 September akan diberlakukan operasi Mantapbrata untuk membekali para pesonel. Sdikithya 200 personel dilibatkan untuk pengamanan Pilpres.
Sementara itu, Ketua DPRD Maros, AS Chaidir Syam, menambahkan, meski dikatakan rawan terjadi bentrok pada saat pelaksanaan Pilkadee mendatang. Namun ia tetap berharap, Maros mampu menepis dugaan tersebut. Ia meminta kepada masyarakat untuk tetap tenang dan menjalankan perannya pada Pilkades mendatang.
”Memang dikatakan Pilkades akan sangat rawan terjadi bentrok. Karena bisa dikatakan, yang memilih dan dipilih sangat dekat. Bahkan, ada ikatan kekerabatan. Makanya, kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menjadi suasana kondusif di wilayah masing-masing, supaya tetap aman dan tentram,” bebernya. (ari/mir/c)
Pilkades Maros Rawan Bentrok
×

