MAMUJU, BKM — Kepala Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (BP-PAUD dan Dikmas), H Andi Rusli, menyampaikan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamuju kiranya merekomendasikan satu desa binaan.
Desa ini akan dibina khusus agar tidak menggunakan telepon seluler sejak dari pukul 18.00 Wita hingga pukul 21.00 Wita. Tapi digunakan untuk fokus belajar. Hal tersebut disampaikan Andi Rusli pada acara workshop sinkronisasi program antara BP-PAUD dan Dikmas Sulbar, dinas kabupaten serta mitra kerja terkait.
Workshop ini turut dihadiri Suparjo, Kepala Bagian Keuangan dan Badan Milik Negara dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Bupati Mamuju, H Habsi Wahid, dan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Hj Murniani. Kegiatan berlangsung di kantor bupati Mamuju, Senin (17/9).
Terkait desa binaan yang diminta BP-PAUD dan Dikmas, seperti disampaikan H Andi Rusli, guna membina siswa-siswi agar menggunakan waktunya untuk fokus belajar. Sebagaimana tugas pokok BP-PAUD dan Dikmas Sulbar melaksanakan pengembangan mutu pendidikan anak usia dini dan masyarakat.
Suparjo juga menyampaikan kepada Pemkab Mamuju kiranya mendukung kegiatan tersebut agar pendidikan bisa lebih maju lagi, khususnya di daerah Mamuju. Apalagi, Mamuju telah berhasil memecahkan rekor MURI dengan mengembalikan anak untuk kembali bersekolah kurang lebih 6.000 anak, melalui program gerakan kembali bersekolah, yang sekarang panas-panasnya dibicarakan di kementerian pusat,” ujar Suparjo,
Menanggapi hal desa binaan, Bupati Mamuju, H Habsi Wahid menyampaikan bahwa ia sangat mengapresiasi hal tersebut, karena hal demikian bisa meningkatkan kualitas sumber daya manusia, baik ditingkat nasional maupun regional.
Terkait yang disampaikan dari kementerian, Habsi Wahid mengatakan, Mamuju sudah memiliki desa layak anak, yang sudah bisa untuk langsung ditindaklanjuti sebagaimana program yang akan dilaksanakan BP-PAUD dan Dikmas Sulbar.
BP-PAUD dan Dikmas Minta Rekomendasi Desa Binaan
×

