MAKASSAR, BKM–Kontestasi pemilihan wali kota dan wakil wali kota Makassar telah berlalu, namun hasil kemenangan kolom kosong atau kotak kosong (Koko) dinilai akan berdampak pada hasil untuk pemilu legislatif (Pileg) 17 April 2019 mendatang.
Bisa jadi pendukung Koko akan menjadi rebutan partai yang berada dibarisan pasangan Mohammad Ramhan (Danny) Pomanto-Indira Mulyasari Paramastuti (DIAmi) seperti Partaui Demokrat, Perindo dan Partai Berkarya.
Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Makassar, Fasruddin Rusli juga mengakui akan dampak dari hasil Pilwali. Menuirutnya, pastinya hasil Pilwali Makassar akan berdampak pada Pileg 2019. Hanya saja dampaknya tidak terlalu signifikan. “Pastinya ada dampak, tapi tidak terlalu signifikan turun, tapi kita sebagai bakal calon pastinya semakin giat turun dibawah untuk meraih simpati masyarakat. Pasti kerja kita lebih ekstra lagi dari Pilwali kemarin,” ungkapnya saat digedung DPRD Makassar, Kamis (20/9).
Dia melanjutkan, untuk mengantisipasi dampak Pilwali Makassar, pihaknya akan segera menggelar rapat koordinasi dengan semua Caleg PPP. Dalam rapat nantinya, akan membahas pemetaan kekuatan dan basis massa masing-masing Celeg, hal ini dilakukan untuk mengantisipasi Caleg internal PPP saling mengganggu basis. “Setiap rapat, kami dari PPP sudah mengatur strategi untuk pemenangan ini dan kita sudah instrusikan setiap Dapil agar kiranya sudah melakukan pemetaan daerah masih-masing, agar suara yang ada tidak beririsan dengan sesama Caleg PPP, dan saya doakan PPP mendapatkan 6 kursi, Insya Allah,” ujarnya.
Sedangkan hal ini juga tidak ditepis oleh Pengamat Politik dari Universitas Hasanuddin, Suryadi Culla mengatakan pengaruh itu tidak terlalu signifikan dan harus membuat pendukung DIAmi tetap bekerja keras. Dia mencontohkan, Demokrat yang menjadi pemenang kedua Pileg 2014 lalu tetap harus kerja keras. Padahal saat itu, yang menjabat sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota adalah usungan Demokrat. “Demokrat memang partai besar tetapi tetap akan berhadapan struktur yang punya kekuatan besar. Pengalaman selama ini Golkar menjadi kekuatan yang belum tergantikan, karena pemilih suara terbesar yang sulit digeser, meski menang di Pilwali,” jelasnya.
Menurutnya tidak ada korelasi yang bersifat numerik antara kontestasi Pilwali dan Pileg ke depan Piket akan fluktuatif. Tergantung strategi parpol dan calegnya meraup suara. “Banyak partai yang di daerah lain yang berhasil memenangkan kepala daerah tetapi komposisi kursinya kecil. Intinya Pileg dan Pilwali beda domain pertarungan,” katanya. (ita/rif)
Caleg Rentan Beririsan Efek Pilwali
×

