pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Medsos Dinilai Alat Propaganda

MAKASSAR, BKM–Media sosial (medsos) saat ini menjadi alat yang efektif dalam melakukan propaganda. Masyarakat yang mudah terpancing di medsos, akan menjadi keuntungan bagi oknum tertentu yang melakukan provokasi. Olehnya, kita harus lebih cermat menerima berita yang diberikan melalui media sosial, cari situs resminya dari media yang sudah terferivikasi.
Itulah yang dikatakan salah satu narasumber, Muliadi Mau dalam Diskusi Publik yang dilaksanakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Makassar. Kegiatan dengan tema “Propaganda Agama di Medsos” ini dilaksanakan di Hotel Agraha Makassar, Sabtu (22/9).
Dosen Fisip Unhas ini mengatakan, dulunya propaganda memang digunakan untuk penyebarluasan kepercayaan agama atau kitab suci. Penyebarannya pun dilakukan dari mulut ke mulut.
Saat ini, propaganda lebih dilakukan melalui media sosial. Bukan hanya untuk melakukan penyebarluasan kepercayaan, namun juga dalam bentuk hoax. Apalagi hoax yang menyangkut mengenai agama. Hal ini lah yag perlu dicermati bersama.
Ketua Komisi Infokom MUI Makassar, Firdaus Muhammad mengatakan, jika sejatinya, agama menjadi suci dan menebarkan kedamaian. Tapi di medsos yang sarat hoax seperti saat ini, wajah agama dilumuri informasi yang anomali dari nilai-nilai kedamaian dan kebenaran agama.
Masifnya sebaran informasi hoax di medsos berdampak pada aspek kehidupan keagamaan. Akibatnya, wajah agama di medsos makin buram dengan informasi yang sulit dibedakan antara kebenaran dan kebohongan.
“Fatalnya, ujaran kebencian dan provokasi itu disebar secara masif di medsos, dan nyatanya banyak yang masih percaya. Seakan lahirnya keyakinan akan kebenaran dari sebuah kebohongan,” ujar Firdaus.
Narasumber lainnya, Arnidah mengatakan harusnya memang kita lah yang mengendalikan media, bukan kita yang dikendalikan media. Apalagi kini telah terlalu banyak hoax dan ujaran kebencian yang beredar luas di medsos. Olehnya, semua harus bersama-sama memerangi. Mulai dari diri sendiri, MUI dan kita harus bersama perangi hoax.
“Hati-hati dengan hoax, itu adalah propaganda yang dampaknya buruk. Jadi sebenarnya, kita butuhkan saat ini adalah penyejuk. Orang yang bisa membangun emosional orang lain untuk lebih dewasa, bukan propaganda,” katanya.
“Artinya pengirim kontennya harus memberi penyejuk, penerima kontennya juga harus punya pengelolaan emosinyang bagus. Kalau dapat berita apapun, Saring dulu baru share,” tambah dosen FIP UNM yang sekaligus Ketua Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Marindo) ini.(nug/war/c)



×


Medsos Dinilai Alat Propaganda

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar