MALANG, BKM — Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan menyatakan komitmennya untuk terus melanjutkan program Investasi SDM Seperempat Abad yang telah digelontorkan Pemkab Gowa semenjak 2015 lalu.
Program peningkatan kualitas yang lahir atas ide Ichsan Yasin Limpo semasih menjabat Bupati Gowa itu menurut Adnan adalah program kebijakan pemerintah daerah yang perlu diteruskan.
Hal itu dikatakannya di temu ramah tamah dengan mahasiswa ITN Malang asal Gowa yang kini telah menyelesaikan pendidikannya selama empat tahun di ITN Malang yang merupakan hasil kerjasama Pemkab Gowa dengan ITN Malang di Hotel Trio Indah Malang, Jumat (28/9/2018) malam.
Dalam pertemuan yang turut dihadiri Kadis Pendidikan Gowa Salam serta Penanggungjawab Mahasiswa ITN untuk Gowa Togi Nainggolan dan Solihin serta Kabid Pendidikan SD Disdik Gowa Taufik serta para orangtua mahasiswa, Bupati Adnan menyatakan kebanggaannya atas raihan prestasi putra putri utusan Gowa yang lebih separuh dari 35 orang meraih nilai IPK tinggi bahkan satu orang diantaranya meraih cumlaude 3,95 atasnama Nur Aulia Hamzah disusul 11 orang lainnya dari total 14 peraih IPK tinggi.
Dijelaskan Adnan, berbicara pendidikan bukan berbicara 1-2 tahun ke depan tapi berbicara investai 20 tahun ke depan. Karena itu Pemkab Gowa berupaya mewujudkan menjadi daerah kabupaten pendidikan terbaik di Sulsel.
“Hari ini kita berbangga bahwa ada adik-adik kita yang dapat membantu pembangunan Gowa ke depan. Membangun jalan dan jembatan bisa selesai dalam waktu satu tahun dan dirasakan hasilnya dalam satu tahun tapi investasi pendidikan baru kita bisa nikmati dan lihat hasilnya dalam 20 tahun mendatang. Berbicara pendidikan itu butuh proses ibarat sebuah biji tanaman, untuk tumbuh memerlukan proses panjang mulai dari keluar akar lalu batang dan daun terakhir adalah buah yang menandakan sebuah produk atau hasil,” jelas Adnan.
Bupati Adnan pun menyampaikan
ucapan selamat atas pencapaian 35 mahasiswa Gowa yang telah berhasil menyelesaikan studinya di ITN selama empat tahun.
“Inilah salah satu alasan saya maju sebagai Bupati Gowa yakni untuk melanjutkan program pendidikan ini. Bahkan saya meminta pada adik-adik sekalian jika ada yang kemudian kelak menjadi Bupati Gowa maka teruskanlah program ini agar Kabupaten Gowa maju berkembang,” kata bupati termuda di kawasan timur Indonesia ini.
Dia pun berharap doa masyarakat Gowa agar kondisi ekonomi Gowa terus membaik sehingga bukan hanya kelanjutan program S1 di ITN Malang bisa dilakukan tapi juga terhadap level lebih tinggi diatasnya yakni program magister atau S2.
“Pesan saya jangan berhenti menimba ilmu,” kata Adnan yang sisa setahun lagi akan meraih gelar doktor bidang ilmu hukum ini.
Rusli perwakilan orangtua mahasiswa menyatakan atasnama orangtua mahasiswa program Investasi SDM Seperempat Abad Gowa ini sangat bersyukur dna berterima kasih atas adanya program Pemkab Gowa yang dicetus pertamakali oleh mantan Bupati Gowa Ichsan Yasin Limpo dan dilanjutkan oleh Bupati Gowa kini Adnan Purichta Ichsan.
“Alhamdulillah anak-anak yang ikut program ini bukan rata anak pejabat tapi berbagai lapisan masyarakat dan ternyata anak-anak kita cerdas-cerdas terbukti dari 35 orang yang ikut program ini lebih dari separuhnya meraih cumlaude atau IPK tinggi,” kata Rusli ayah dari Muhsahwir Rusli salah seorang mahasiswa dengan IPK 3,57.
Tahun 2018 ini Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang mengukuhkan 562 orang wisudawan wisudawati dengan 15 orang diantaranya adalah wisudawan wisudawati terbaik ITN Malang 2018. Dari ke 15 wisudawan wisudawan terbaik itu terdapat asal Gowa yakni Nur Aulia Hamzah dengan IPK 3,95 dari Prodi Tehnik Kimia menyusul Andi Abd Muhsahwir Rusli dari Prodi Tehnik Industri IPK 3,57 dan Hasan dari Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota dengan IPK 3,80 serta Nurul Ilmi Amalia dari Prodi Tehnik Lingkungan dengan IPK 3,40. Wisuda ini digelar Sabtu (29/9/2018) pagi di ITN Malang.
Sementara Togi Nainggolan selaku Penanggungjawab Mahasiswa Gowa di ITN Malang yang juga dari Lembaga Pengkajian dan Kerjasama ITN Malang ini mengatakan salut atas prestasi para mahasiswa asal Gowa ini.
Dia pun menyampaikan permohonan maafnya kepada seluruh mahasiswa asal Gowa yang selama ini dibawah bimbingannya dan banyak menerima sikap tegas darinya.
“Atasnama pribadi saya minta karena selama mengajar saya terkesan keras tapi itu adalah proses pendidikan dan bersyukur hasilnya saat ini sangat membanggakan. Semua mahasiswa asal Gowa ini tahu dimana ruangan saya dimana mereka selalu meminta bimbingan selama belajar di sini (ITN),” jelas Togi menyebutkan bahwa Nur Aulia Hamzah menerima penghargaan dan bonus uang tunai dari ITN Malang sebagai wisudawati terbaik ITN Malang. (saribulan)

