pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Fasilitas Belum Lengkap, Ponpes Hidayatullah Masih Batasi Jumlah Santri

GOWA, BKM — Meski estimasi daya tampung bisa hingga 1.000 santri, pihak Pondok Tahfidz Ashabul Jannah Pesantren Hidayatullah tak mau menerima banyak santri.

Hingga kini pihak Ponpes Hidayatullah hanya berani menerima 40 orang santri saja dan kini tengah menjalani proses belajar mengajar di Ponpes yang terletak di Dusun Bolangi, Desa Timbuseng, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa.

Soal tak berani terima santri banyak itu disampaikan pimpinan Ponpes Hidayatullah Mustakim kepada Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan yang hadir saat pesantren ini diresmikan, Senin (1/10/2018) sore.

Di hadapan bupati, Mustakim mengatakan pihaknya ingin mencetak hafidz dan pendakwah satu orang di setiap dusun. “Tapi belum bisa penuhi dari segu kuantitas sebab saat ini kami tidak berani menerima banyak santri dulu. Selain akses jalan, hal lain yang jadi masalah adalah ketersediaan air untuk mandi. Untuk kebutuhan air ini kami masih kekurangan, para santri kalau ingin mandi mereka keluar dari pondok ini. Makanya kami hanya berani ambil 40 santri dulu meski target kami mampu mendidik hingga 1.000 santri,” ungkap Mustakim.

Kendati begitu, pihaknya berterima kasih atas segala bantuan yang diberikan oleh Pemkab Gowa sehingga Ponpes ini bisa berdiri dan mulai diresmikan.

Sementara itu dalam suasana peresmian Ponpes, Bupati Adnan yang menandatangani prasasti peresmian didampingi Camat Pattallassang Baharuddin dan pihak pesantren mengatakan untuk membangun suatu daerah yang makin baik kedepan, maka yang dibutuhkan adalah penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) yang baik. Membangun SDM yang baik tentu harus berlandaskan dengan ilmu yang baik salah satunya adalah ilmu agama.

“Kalau kita ingin melihat kemajuan suatu daerah maka lihat pendidikannya, lihat SDMnya, kalau SDMnya makin baik maka yakin daerah tersebut akan maju,” jelas bupati.

Adnan juga mengatakan pendidikan ilmu itu harus berbanding lurus dengan ilmu agama dan sekarang pendidikan karakter harus menjadi prioritas semua pihak.

“Alhamdulillah tahun lalu atas nama Pemkab Gowa kami sumbang kurang lebih 150 juta rupiah untuk pembangunan pesantren ini, karena aturan yang ada saat ini dilarang setiap tahun menyumbang, maka untuk tahun ini kami tidak nyumbang dulu, Insha Allah tahun depan saya sumbang lagi untuk pesantren ini,” janji Adnan. (saribulan)



×


Fasilitas Belum Lengkap, Ponpes Hidayatullah Masih Batasi Jumlah Santri

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar