pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Dinsos Gowa Tangani 21 Jiwa Korban Gempa Tsunami Sulteng

GOWA, BKM — Sedikitnya 7 Kepala Keluarga (KK) atau 21 jiwa korban gempa dan tsunami asal Palu dan Donggala mengungsi di rumah salah satu warga di Perumahan Pesona Asri, Jalan Tumanurung, Kelurahan Pandang-pandang, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa.

Mereka tiba, Rabu (3/10/2018) dinihari dan kini ditampung di rumah salah satu warga perumahan bernama Trisnawati seorang notaris.

Dari 21 jiwa tersebut terdiri atas 11 orang dewasa usia 18-63 tahun, 1 orang lansia usia 95 tahun dan 8 orang anak usia 8 hingga 12 tahun serta 1 bayi umur 2 bulan.

Dari para korban gempa yang berhasil meninggalkan Palu melalui jalan darat ini ada yang dalam kondisi sehat, ada juga yang luka-luka, bahkan korban atas nama Apris (39) harus dijahit 15 jahitan karena terkena kaca saat menolong seorang nenek.

Saiful Bahri (33) salah satu pengungsi Palu saat disambangi media Kamis pagi tadi mengungkapkan, dirinya datang bersama rombongan lainnya menggunakan jalur darat melalui Pasangkayu, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulbar sejak Selasa (2/10/2018) siang dan tiba Rabu dinihari kemarin.

“Kami pakai mobil yang disiapkan langsung ibu Trisnawati, beliau adalah notaris di Gowa sini, mereka yang mengajak kami tinggal di sini karena kebetulan Ibu Tri dan Ibu Ipa (33) salah satu korban gempa punya hubungan keluarga,” kata Saiful Basir.

Lanjutnya, pas diajak untuk mengungsi ke Gowa tanpa berpikir panjang mereka langsung berangkat dengan menggunakan tiga mobil. Beberapa pengungsi datang hanya menggunakan pakaian di badan, beberapa lainnya juga sempat membawa pakaian ganti.

“Saya hanya bawa pakaian untuk anak-anak saya, lebihnya kami tidak pikirkan lagi, karena yang penting kami selamat dulu. Kami cukup terharu ada yang mau kita tempati mengungsi karena kami sama sekali tidak punya sanak keluarga di sini,” katanya.

Saiful mengatakan, 21 korban yang mengungsi ini 1 KK di antaranya berasal dari Kota Sigi sementara lainnya berasal dari Kota Palu. Adapun kota tujuan terbanyak dari para pengungsi yakni Balikpapan dan Makassar.

Sementara Apris korban gempa Palu lainnya mengungkapkan, dirinya sangat trauma atas peristiwa gempa yang cukup keras dengan kekuatan 7,7 skala richter (SR) dan disertai tsunami. Gempa ini baginya adalah yang pertama dirasakan selama hidupnya.

“Kami masih trauma untuk kembali tinggal di Palu. Gempa ini adalah yang paling besar, biasanya hanya gempa, tidak ada tsunami tapi ini gempa disertai tsunami juga terjadi longsor,” kata Apris.

Menurut Apris begitu tiba di Makassar dan diantar langsung ke Gowa, dia bersama warga pengungsi lainnya merasa bersyukur.

“Syukurnya kami karena pemerintah kabupaten ini (Gowa) langsung merespon kedatangan kami. Kami tiba subuh kemarin dan paginya Kadis Sosial Gowa bersama staf langsung menemui kami termasuk Lurah Pandang-pandang dan pihak PMI. Mereka langsung datang melihat langsung kondisi kami,” kata Apris.

Para pengungsi Palu ini bersukacita apalagi Pemkab Gowa datang membawa bantuan makanan, pakaian, perlengkapan mandi, pakaian bayi dan susu bayi serta pakaian anak.

Kadis Sosial Gowa Syamsuddin Bidol kepada Beritakota Makassar mengatakan apa yang dilakukan pihaknya adalah satu tanggungjawab moril demi kemanusiaan. (saribulan)



×


Dinsos Gowa Tangani 21 Jiwa Korban Gempa Tsunami Sulteng

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar