MAMUJU, BKM — Sebagai rasa empati terhadap duka masyarakat Donggala, Palu, dan Parigi,Provinsi Sulteng akibat bencana tsunami yang terjadi 28 September lalu, Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar bersama Bupati Pasangkayu (Mamuju Utara), Agus Ambo Djiwa, melihat langsung kondisi masyarakat dan menyerahkan bantuan untuk para korban. Bantuan diserahkan di Kecamatan Doli, Sulawesi Tengah, Senin (1/10). Penyerahan bantuan itu disambut tangis dan haru masyarakat yang berada di tempat tersebut. Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar, mengatakan, berbagai bantuan telah disalurkan mulai dari melalui darat hingga jalur laut. Untuk jalur darat, telah terdistribusi sebanyak 20 ton beras, dan jalur laut juga kurang lebih 30 ton. Selain beras, juga terdapat bantuan lain yang terkumpul atas rasa peduli dari pemerintah daerah se Sulbar maupun dari masyarakat melalui organisasi, LSM, dan para mahasiswa.
”Harapan kita bersama kiranya kota Palu dan sekitarnya dapat cepat pulih. Untuk mempercepat hal tersebut akan dikoordinasi pihak TNI yang ada di sini. Insya Allah kita doakan Palu cepat pulih,” imbuh pria yang akrab disapa ABM itu.
Masih kata Ali Baal, Pemprov Sulbar juga turut menurunkan personel-personel terlatih baik dari Tagana, BPBD, dan Basarnas untuk lebih mengefektifkan pertolongan bagi para korban/ ”Motivasi masyarakat Sulbar semata-mata demi kemanusiaan,” ungkapnya.
Tidak hanya itu, pihaknya sudah menghubungi gubernur Sulawesi Tengah dengan tujuan agar dapat lebih mengetahui bantuan-bantuan yang tepat bagi pmerintah setempat. Tapi hingga saat ini kondisi komunikasi masih sangat buruk.
”Komunikasi hingga saat ini belum bagus. Tapi melalui perantaraan menteri dalam negeri dan sesuai perintah, Sulteng membutuhkan bahan pokok dasar berupa makanan, air minum, minyak dan juga bantuan alat berat,” sebutnya.
Walikota Palu, Hidayat pada kesempatan tersebut berharap, semua bantuan yang telah berdatangan, kiranya dapat lebih bermanfaat bagi masyarakat kota Palu dan sekitarnya. Tidak kalah penting dukungan moril bagi para korban juga sangat dibutuhkan dalam membangun psikologi yang sehat atas trauma yang telah diderita masyarakat sekitar.
”Untuk saat ini, kebutuhan dasar yang sangat dibutuhkan bagi warga korban bencana gempa dan tsunami, di antaranya tenda, susu bayi, masker, mie instan, popok bayi, beras, selimut, dan air mineral. Tidak hanya itu, walau persediaan beras sudah mulai membaik, pemulihan daerah tersebut membutuhkan proses yang sangat lama.
Masyarakat kota Palu dan sekitarnya sangat membutuhkan bantuan dan uluran tangan dari berbagai daerah dikarenakan sangat sulitnya kebutuhan dasar berupa logistik. Bantuan yang telah diberikan pemerintah dan masyarakat sangat membantu bagi pemerintah dan masyarakat kota Palu dan sekitarnya,” kata Hidayat.
Panglima Kodam XIII/Merdeka, Mayor Jenderal TNI Tiopan Aritonang, melaporkan, atas nama keluarga besar warga korban bencana gempa dan tsunami mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada masyarakat Sulbar dan pemerintah atas empati yang begitu tinggi terhadap musibah yang sedang menimpa kota Palu, Donggala, dan Sigi.
”Semoga Tuhan membalas segala kebaikan bagi masyarakat dan pemerintah Sulbar. Dukungan moril dan doa juga diharapkan bagi daerah ini agar dapat memiliki kekuatan serta dapat pulih dengan cepat. Sehingga daerah tersebut mampu beroperasi kembali sebagaimana daerah lainnya. Ini merupakan contoh baik buat kita dan merupakan bentuk Pancasila dari butir-butirnya. Disitulah kekuatan kita. Mari kita amalkan dan kita pedomani bahwa ini semua memang sudah kehendak Tuhan Yang Maha Esa,” ungkapnya. (ala/mir/c)
Gubernur ke Palu Lihat Langsung Kondisi Bencana
×

