MAKASSAR, BKM–Kawula muda kini menjadi perebutan dan target partai-partai politik. Suara pemilih kalangan pemuda dan milenial dinilai mampu memenangkan suara dan target partai politik (Parpol). Namun itu tentu perlu strategi jitu dalam menjaring simpatik kawula muda ini.
Pengamat Politik dari Unismuh Makassar Andi Luhur Prianto mengatakan, pemilih muda memiliki karakteristik tersendiri yang khas. Akan tetapi Parpol yang berebut suara kalangan muda harus memiliki diferensiasi dalam isu dan strateginya.
Pasalnya, kawula muda saat ini memiliki kemampuan literasi media cukup baik dan mengikuti perubahan ditambah dinamika lingkungan politik dengan cepat. “Mereka (pemilih muda) termasuk kategori small but strategic,”kata Andi Luhur Prianto, Rabu (3/10).
Karakteristik lainnya yang dimiliki kawula muda tambah Luhur adalah, tidak terkoneksi dengan politik elektoral. Tentu menjadikannya cenderung apatis terhadap politik apalagi angka golput terbesar berada di pemilih muda. “Partai mesti cerdas dalam menggarap isu dan strategi dalam menggaet pemilih muda,” tambahnya.
Sementara direktur riset Celebes Research Center (CRC) Andi Wahyuddin mengatakan besarnya potensi pemilih muda tentu menjadi rebutan oleh partai politik. Dengan semakin meluasnya akses pendidikan dan teknologi informasi saat ini, maka secara relatif, pemilih mudah lebih cerdas dalam menentukan pilihan. Sehingga partai mesti paham karakteristik dari pemilih muda ini. “Biasa pemilih pemula lebih cair dalam memberikan dukungan dan lebih cepat menentukan pilihan. Saat bersamaan dapat dengan mudah mengalihkan dukungan,” ujarnya. (arf/rif/c)
Kawula Muda Target Suara Parpol dan Caleg
×

