SIDRAP, BKM — Ratusan warga Sidrap yang mengungsi pascagempa dan tsunami di Palu dan Donggala Sulteng terpaksa dipulangkan sementara di kampung halamannya Sidrap .
Para pengungsi di titik tersebut hanya makan dan minum seadanya. Mereka butuh uluran tangan pemerintah dan relawan.
Iwank saat dihubungi melalui BKM via messenger Rabu, (03/10) mengatakan, sejumlah tempat tinggal asal Sidrap rusak bahkan ada yang ditelan bumi.
“Tidak ada yang bisa diselamatkan. Hanya baju dibadan yang dipake saat menyelamatkan diri dari bencana alam ini,” katanya.
Dia mengaku di tempat pengunsian masih ada sekitar 15 warga Wanio, Kecamatan anca Lautang Sidrap butuh bantuan pemerintah. Mereka juga ingin pulang ke kampung halamannya.
Kepala BPKD Sidrap, Siara Barang saat ini masih berada di kota Palu untuk melakukan pendataan warga Sidrap yang terkena dampak bencana.
Dia mengatakan, tim Pemkab beranggotakan 18 orang itu nantinya selain membantu korban gempa dan tsunami secara umum. Mereka juga akan melakukan pendataan terhadap warga asal Sidrap yang terkena musibah.
“Kami saat ini masih melakukan pendataan, khususnya orang-orang Sidrap yang terkena musibah baik yang meninggal dunia hingga kerusakan rumah,” ucapnya.
Setelah melakukan pendataan, pihaknya akan mengusulkan ke Pemda Sidrap untuk diberikan bantuan langsung ke para korban.
Kepala Disosdukcapil Sidrap, Syaharuddin Laupe telah memberangkatkan dua unit mobil dapur umum.
“Tadi kami berangkatkan dua unit mobil bersama 10 orang Tagana untuk membantu para korban,” ucapnya.
Sekkab Sidrap, Sudirman Bungi mengaku bantuan kemanusiaan dari Sidrap terus disalurkan daerah bencana Donggala, Sigi dan Palu Sulteng.
Soal pemulangan warga Sidrap pihaknya akan terlebih dahulu berkoordinasi dengan stakholter terkait termasuk TNI dan Polri serta berkoordinai dengan BPBD Sidrap.
(ady/C)
Warga Sidrap Pilih Pulang Kampung
×

