TAKALAR, BKM — Banyak cerita di balik bencana gempa dan tsunami di Sulteng. Salah satunya seperti yang dialami Ramlia. Ia adalah bidan honorer di Rumah Sakit Umum (RSU) Donggala.
Kepada BKM, Ramlia mengaku bersyukur selamat dari bencana tersebut. Usai gempa ia mengaku menyelamatkan diri di atas bukit.
“Saya sempat bertahan satu hari satu malam di atas bukit bersama ratusan warga, tanpa makanan dan minuman, kami semua puasa,” kata Ramlia saat ditemui di posko peduli gempa di Takalar, Jumat (5/10/2018).
Setelah melihat kondisinya sudah aman, Ramlia turun. Nalurinya sebagai bidan memanggilnya. Ia pun membantu para korban yang dibawa ke rumah sakit tempatnya bekerja.
“Sebelum saya datang ke Takalar, saya masih sempat bertahan selama 5 hari pascagempa di rumah sakit merawat para korban. Namun karena keluarga memanggil ke Takalar, saya terpaksa tinggalkan rumah sakit dengan kepedihan dan ratap tangis melihat korban yang dirawat tidak mendapat penanganan medis,” cerita Ramlia.
Sementara itu, anggota DPRD Takalar dari Partai Demokrat, Husnia Rahman yang bersama Ramlia menyerahkan bantuan ke posko peduli Palu yang terletak di samping kantor Bupati Takalar.
Husnia berharap bantuan tersebut dapat bermanfaat untuk para korban gempa tsunami. (ari irawan)

