PANGKEP, BKM– Warga Kampung Lekosewe, Desa Batara, Kecamatan Labakkang Pangkep , Jum’at (5/10/2018) sekitar pukul 06.00 wita dibuat heboh dengan adanya penemuan mayat di dalam sumur.
Setelah diperiksa, ternyata mayat itu bernama Tahir (30). Ia tewas diduga terjun ke di dalam sebuah sumur dekat rumah orang tuanya.
Tahir adalah buruh bangunan yang saat ini tinggal bersama istri dan tiga anaknya di Jalan Pelelangan, Kelurahan Jagong, Kecamatan Pangkajene.
Namun sebelum kejadian, korban memboyong istri dan anaknya ke rumah orang tuanya, Rabu lalu, di Kampung Lekosewe di Desa Batara Kecamatan Labakkang.
Dari keterangan istri korban, Jumriani (32) saat pukul 03.00 Wita, Tahir tiba-tiba terbangun dan menangis. Mendengar sang suami menangis, Jumriani kemudian bertanya ke suaminya, kenapa menangis. Korban menjawab dirinya menangis karena mengingat almarhuma mamanya .
Sebelum ditemukan berada dalam sumur dalam kondisi sudah tidak bernyawa, anak korban menemukan ceceran darah dan sebilah parang dekat rumah neneknya.
Mengetahui adanya ceceran darah menuju sumur depan rumah Rappe yang hanya berjarak 50 meter dari rumah orang tua Tahir, warga kemudian berkumpul untuk memastikan darah tersebut.
Ketika Tahir ditemukan dengan kondisi tidak bernyawa lagi dalam sumur dengan kedalaman sekitar 10 meter. Korban baru bisa dievakuasi dari dalam sumur sekitar pukul 11.45 Wita oleh Tim Damkar bersama Polres Pangkep dan bantuan masyarakat setempat.
Dari pengakuan adik korban bernama Tajuddin, kakaknya selalu mengeluh kalau mengalami sakit dan selalu termenung pada malam hari. Penuturan serupa juga diungkapkan Jumriani.
” Suami saya itu kerap merasa gelisah pada malam hari dan selalu menyatakan ingin bertemu dengan almarhuma mamanya,” ujar Jumriani.
Pihak Kepolisian sendiri sudah mendatangi tempat kejadian kemudian melakukan olah TKP dan mengevakuasi jenazah korban dari dalam sumur.
Sesuai hasil visum luar yang dilakukan dr.Ekayanti, di sela jari korban ditemukan luka iris disebelah jari antara jempol dan telunjuk tangan. Begitu pula disebelah kanan terdapat luka iris disela jari antara jempol dan telunjuk tangan sebelah kiri korban.
Hanya saja dari pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan autopsi dan menerima kematian keluarganya sebagai musibah.
Kapolres Pangkep, AKBP Tulus Sinaga yang dihubungi tadi malam, membenarkan adanya peristiwa penemuan mayat dalam sumur di wilayah Labakkang.
“Berdasarkan keterangan dari para saksi yang diperiksa almarhumah meninggal karena bunuh diri. Sebelum korban terjun ke dalam sumur, Tahir melukai dirinya (tangan dekat ibu jari) setelah itu melompat ke dalam sumur,” kata Kapolres.
Dari keterangan yang dikumpulkan pihak Polsek Labakkang melalui Kapolsek Labakkang AKP Sri Anto Ponigjan, korban sebelum tewas mengalami depresi karena kalau mengingat lagi almarhumah ibunya kerap berteriak- teriak saat terbangun tengah malam. (udi)

