SOPPENG, BKM — Ternyata pengungsi yang diangkut tim Pemkab Soppeng dari Palu bukan hanya warga asal Soppeng yang bermukim di Palu. Tim Pemkab Soppeng mengangkut siapa saja yang membutuhkan pertolongan dan hendak keluar Palu.
Salah satu pengungsi korban gempa yang bukan asal Soppeng yang ikut rombongan Pemkab Soppeng adalah Sulham. Ia berasal dari Semarang Jawa Tengah.
Saat ditemui beberapa saat setelah tiba di Soppeng, ia mengatakan sangat trauma dan tidak berniat kembali ke Palu untuk jangka waktu yang lama.
Sulham yang tinggal di Jalan Anoa Palu Selatan mengisahkan bahwa rumah yang ia bangun selama 7 tahun hancur karena gempa yang hanya beberapa menit
“Untung saya beserta keluarga bisa selamat dan akan langsung ke Jawa hari ini naik pesawat,” ujarnya.
“Saya dengan sepenuh hati mengucapkan terima kasih yang tak terhingga pada Bupati Soppeng yang mau membantu dan melayani kami dari pengungsian sampai saat ini. Begitu juga atas bantuan biaya perjalanan kami yang ditanggung sampai rumah kami di Semarang,” tuturnya.
Sulham bersama istri dan pengungsi dari Takalar diantar langsung Kepala Dinas Sosial Kabupaten Soppeng Drs.H.Nurdin menggunakan mobil dinas ke Makassar dan Takalar.
Bupati Soppeng, HA Kaswadi Razak mengatakan, ia harus memastikan semua pengungsi yang diangkut tim Pemkab Soppeng tiba di rumahnya baik asal Soppeng maupun dari daerah lain.
“Mereka adalah saudara kita yang terkena musibah, kita wajib membantunya,” tuturnya.
Setelah diperiksa dan sarapan para pengungsi dibagikan pakaian dan obat setelah itu menuju ke daerah masing-masing. (sartono)

