JENEPONTO, BKM – Sebanyak 113 desa dan kelurahan yang tersebar di 11 kecamatan di Kabupaten Jeneponto, mengalami kekurangan air bersih. Kondisi ini mendapat perhatian penuh dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jeneponto.
Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jeneponto dilakukan penyaluran air bersih kepada masyarakat yang mengalami krisis air bersih. Seperti disampaikan Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Jeneponto, Musmuliadi, saat membantu warga Dusun Tona’ro, Desa Kareloe, Kecamatan Bontoramba, Kamis (4/10), sedikitnya ada 8 sampai 10 tangki air bersih disuplai ke masyarakat.
”Setiap tangki berisi 5.000 liter air bersih. Air ini disalurkan kepada warga yang membutuhkan dengan skala prioritas,” ujar Musmuliadi.
Kepala Dusun Tina’ro, Rasyid, menuturkan, jumlah Kepala Keluarga (KK) yang ada di wilayahnya di Kampung Tina’ro sekitar 400 KK. Semuanya merasakan krisis air bersih. Karena sumur mereka semuanya kering kerontang atau tidak berair.
”Walau ada air yang di bawah sungai, itu sangat jauh dari perkampungan. Jaraknya sekitar dua kilometer dengan jalan yang terjal atau jurang. Sehingga sangat mengancam nyawa warga. Karena dikuatirkan mereka akan jatuh,” jelas Rasyid.
Dengan adanya pendistribusian atau pembagian air bersih bantuan Pemkab Jeneponto melalui BPBD Jeneponto, tentunya warga merasa sangat terbantu. ”Saya selaku Kepala Dusun Tina’ro menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemkab Jeneponto. Kami berharap, armadanya bisa ditambah sehingga masyarakat yang membutuhkan air bersih dapat terlayani secara baik dan merata,” katanya. (krk/mir/c)
Sebelas Kecamatan di Jeneponto Krisis Air Bersih
×

