PANGKEP, BKM — Kepedulian pihak PT Semen Tonasa terhadap korban gempa bumi dan tsunami di Palu, terus dilakukan. Bukan hanya mengirim 70 ton logistik melalui Kapal Tonasa Line.
Saat kembali dari Pelabuhan Pantoloan. Kapal tersebut juga mengantar sekitar 60 pengungsi tujuan Samarinda dan Pangkep. 33 diantaranya yang dievakuasi pulang ke Pangkep dan turun melalui Pelabuhan Biringkassi.
Para pengungsi ini difasilitasi oleh pihak PT Semen Tonasa yang menyediakan kapal Tonasa Line untuk mengangkut bantuan logistik.
Kepala Biro Humas PT Semen Tonasa, Andi Muhammad Said Khalik yang dihubungi Senin (8/10) membenarkan jika pihak PT Semen Tonasa memfasilitasi pengangkutan puluhan Pengungsi dari Palu sebagai korban gempa dan tsunami.
“Semua yang kami lakukan merupakan bentuk kepedulian terhadap saudara-saudara kita yang menjadi korban gempa dan tsunami di Palu. Jadi PT Semen Tonasa tidak semata-mata hanya fokus ke Perusahaan. Tetapi PT Semen Tonasa juga memiliki misi kemanusiaan,” pungkas Said Khalik.
Dari 33 orang pengungsi Sulteng yang turun di pelabuhan Biringkassi, 28 diantaranya mengungsi di rumah keluarga di Majannang, Tonasa satu, Balocci.
Para pengungsi mengapresiasi kepedulian pihak PT Semen Tonasa yang bersedia memulangkan ke Kampung halaman.
“Apalagi para pengungsi rata-rata sudah tidak punya rumah karena hancur diterjang gempa. Bahkan ada yang hilang setelah tertimbun lumpur. Kami sangat bersyukur atas upaya Perusahaan ini melalui kapal Tonasa Line yang membawa kami sampai ke Pangkep. Selama dikapal juga pelayanan sangat baik. Bahkan kami diantar sampai rumah keluarga. Pokoknya kita bersyukur karena semua digratiskan,” para pengungsi. (Udi)

