pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Buka Usaha Kecil dan Biayai Anaknya Sekolah

ISAK tangis mewarnai keluarga ahliwaris perserta BPJS Ketenagakerjaan saat menerima dana santunan kematian. Dana santunan Rp24 juta diberikan kepada Sri Wahyuningsi, istri mendiang dari Amiruddin Kasude, mantan staf di Humas Sekretariat DPRD Kota Makassar.

Laporan: ARIF AL QADRY

Pemberian dana santunan kematian itu diserahkan Kakanwil BPJS Ketenagkerjaan di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar.
Dalam acara penyerahan santunan yang dihadiri Sekretaris Dewan (Sekwan), Adwi Awan Umar dan Kasubag Humas DPRD Makassar, Taufik Natsir ahli waris tak kuasa menahan tangis.
“Andaikan disuruh memilih, saya tetap pilih suami saya. Saya sangat kehilangan sekali,” kata Sri.
Warga Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Ujung Tanah ini mengatakan,uang tersebut akan digunakan untuk membuat usaha kecil agar dapat tetap menghidupi anaknya yang masih duduk bangku Sekolah Menengah Atas (SMA).
Dari raut wajahnya, rasa haru dan senang tidak mampu disembunyikan. Meski sesekali ia mengusap air matanya yang berlinang di pipinya. Dengan suara yang bergetar, ibu satu orang anak berusaha untuk menceritakan di mana baru saja menerima uang terkahir kalinya dari mendiang suaminya melalui BPJS Ketenagakerjaan, pada Jaminan Kematian (JKM) sebesar Rp24 juta.
“Ini modal terakhir kali dari mendiang suami saya yang dulu bekerja sebagai staf honorer di Sekretariat DPRD Makassar bagian Humas. Saya kesini (ruang sekwan) tuk berterima kasih atas bantuannya bapak dan ibu. Sebab dengan itu dana JKM BPJS Ketenagakerjaan dicairkan dan akan saya gunakan sebagai modal usaha kecil-kecilan,” aku Sri kepada penulis, Rabu siang (10/9).
Setelah menarik nafas cukup panjang, linang air mata Sri mulai menghilang. Dia kemudian mengangkat kepalanya dan kembali berkisah yang di mana sejak tahun 2012 lalu, adalah tahun di mana mendiang suaminya mulai berkerja di Sekretariat DPRD Kota Makassar hingga April 2018. Bukan diputus kontrak apalagi dipecat tidak terhormat.
“Suami saya meninggal dunia karena sakit di bulan April tahun ini. Dan potongan uang sebesar Rp150 setiap bulan untuk BPJS Ketenagakerjaan terbukti. Berkat bantuan Sekwan, saya sudah menerima dana dan langsung masuk di rekening,” tuturnya.
Di tempat yang sama Sekwan DPRD Kota Makassar Adwi Awan Umar menyebutkan proses pencairan dana BPJS Ketenagakerjaan atau JKM dilakukan dan dibantu oleh bagian perbendaharaan. Prosesnya sekitar enam bulan lamanya. Tunjangan dana dari BPJS Ketenagakerjaan diberikan langsung Sri Wahyuningsih melalui rekening.
Cairnya tunjangan dana tambah Adwi, menjadi bukti bahwa program Pemerintah Kota Makassar tidaklah percuma. Potongan gaji tiap bulan untuk iuran di BPJS telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat termasuk Sri Wahyuningsih.
“Saya berharap bantaun yang diterima ibu Sri benar-benar dimanfaatkan dengan baik dan membantu untuk meringankan bebannya. Ini menjadi bukti bahwa Wali Kota Makassar melalui programnya berpihak kepada semua dan sangat membantu,” tambahnya. (arf)



×


Buka Usaha Kecil dan Biayai Anaknya Sekolah

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar