MAMUJU, BKM — Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi (Disperindagkop) dan UKM Provinsi Sulbar kembali menggelar pelatihan. Kali ini, pelatihan yang diberikan adalah tentang perkoperasian untuk para pengelola koperasi.
Pelatihan yang berlangsung selama dua hari di Hotel Berkah Mamuju, dibuka secara resmi oleh Kepala Disperindagkop dan UKM PProvinsi Sulbar, Drs H Amir Maricard, MM, beberapa hari lalu. Kegiatan pelatihan perkoperasian ini diikuti para pelaku koperasi dari enam kabupaten di Provinsi Sulbar.
Amir Maricard sesaat sebelum membuka pelatihan tersebut mengatakan, kegiatan pelatihan pengelolaan perkoperasian bertujuan untuk lebih meningkatkan pemahaman terhadap pengelolaan perkoperasian. Sehingga pengelolaan pada perkoperasian yang ada dienam kabupaten ini, akan mampu tumbuh secara baik. Juga pada kualitas pengelolaannya.
Sementara itu, Kepala Bidang Koperasi UKM pada Disperindagkop dan UKM Sulbar. Drs Darman, MAp, di hadapan para peserta memaparkan, pemateri yang diundang dalam pelatihan ini akan memberikan gagasan dan tata cara mengelola perkoperasian.
”Misal dari Balai Koperasi Makassar, kami undang Muh Hisyam Said, SSos, MSi. Juga ada tenaga ahli bidang ekonomi gubernur Sulbar, Salman Sahmad, SPd. MPd,” kata Darman.
Darman menjelaskan, pelatihan yang dilakukan ini adalah untuk meningkatkan kualitas terhadap pengelola perkoperasian. Untuk itu, peserta yang dilibatkan adalah para pengelola koperasi. Begitu pula dengan pematerinya adalah ahlinya yang banyak menguasai tentang tata cara pengelolaan perkoperasian.
Dengan demikian, koperasinya bisa maju dan dapat memberikan tingkat kesejahteraan kepada pengurus dan para anggotanya. Juga, mampu membuka lapangan pekerjaan di wilayah masing-masing, ketika perkoperasian ini dikelola berdasar manajemen yang baik.
Pemateri lainnya, Salman Sahmad menjelaskan, untuk mengelola dan mengembangkan koperasi itu dibutuhkan sebuah keseriusan. Juga, harus ada kekompakan pada semua pengurus yang ada dalam satu kelopmpok. Kalau ini diterapkan juga akan mampu meningkatkan kualitas SDM dalam pengelolaan koperasi.
”Koperasi yang kita kelola dengan manajemen yang baik, maka akan mampu tumbuh secara baik pula,” ujarnya.
Sedangkan pemateri lainnya, Muh Hisyam Said, menjelaskan, para pengelola koperasi harus mampu mengelola koperasinya secara baik. Juga tentunya berpedoman pada tata cara dalam mengelola untuk pengembangan pada perkoperasian.
”Para peserta pelatihan ini agar mampu mengambil ilmu yang telah disajikan. Sehingga bisa diterapkan dalam pengembangan perkoperasian dimasing-masing kabupaten se Sulbar,” paparnya. (ala/mir/c)
Disperindagkop Sulbar Latih Pengelola Koperasi
×

