GOWA, BKM — Ritual adat ‘Accera Kalompoang’ atau pencucian benda-benda pusaka kerajaan Gowa serta pergantian jaga pasukan Tubarani Gowa di Museum Istana Balla Lompoa, menyabet dua sertifikat nasional Warisan Budaya Tak Benda (WBTB).
Sertifikat tersebut diserahkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI. Dua sertifikat itu diterima Wakil Bupati Gowa, Abd Rauf Malaganni di Gedung Kesenian Jakarta, Rabu malam (10/10).
Usai menerima dua sertifikat itu, Wabup Gowa Abd Rauf Malaganni mengatakan, sertifikat itu diberikan atas tradisi Accera Kalompoang atau pencucian benda-benda pusaka Kerajaan Gowa dan pergantian jaga pasukan Tubarani di Museum Istana Balla Lompoa yang digelar setiap tanggal 17 dibulan berjalan.
”Sertifikat itu diserahkan Dirjen Kebudayaan, Hilmar Farid, dalam satu acara yang dihadiri gubernur, bupati, walikota, dan kepala dinas pariwisata berbagai provinsi Indonesia. Dan salah satu penerimanya adalah Pemkab Gowa,” kata Wabup Gowa, Abd Rauf Malaganni ketika dihubungi BKM, Kamis (11/10).
Menurut Wabup, kedua item tersebut memang sudah layak untuk mendapatkan pengakuan. Karena kedua tradisi itu merupakan hal yang sudah lama dilakukan masyarakat di Gowa sebagai upaya membesarkan budaya tersebut.
Dengan pengakuan yang diberikan oleh Kemendikbud tersebut, kata Rauf merupakan upaya untuk melestarikan nilai-nilai yang dikuatirkan hilang tergerus zaman. Sekaligus dengan sertifikat itu, maka kegiatan serupa tidak dapat diklaim lagi oleh daerah lain. Baik secara defacto maupun de jure menjadi asli kekayaan budaya Gowa.
Accera Kalompoang sendiri dimulai pada saat pemerintahan Raja Gowa ke IX Daeng Matanre Karaeng Tumapa’risi Kallongna (awal abad ke 16) sekitar tahun 1510. Tradisi ini bertahan hingga saat ini. Setiap tahunnya dilaksanakan bertepatan dengan hari raya Idhul Adha.
Sementara itu, untuk prosesi pergantian jaga yang dilakukan puluhan pasukan Tubarani sejak zaman Kerajaan Gowa dan masih berlanjut di halaman Museum Istana Balla Lompoa setiap bulannya pada tanggal 17. Pasukan ini menggunakan pakaian adat berwarna merah tampil lengkap dengan senjata khas serta panji-panji Kerajaan Gowa. Mereka berkirab diiringi tabuhan gandrang (gendang khas suku Makassar) tepat pukul 17.00 Wita. (sar/mir)
Gowa Raih Sertifikat WBTB Kemendikbud
×

