PINRANG, BKM — Kondisi jembatan Bamba yang ambruk sejak tujuh tahun lalu tak kunjung diperbaiki. Warga resah melihat proyek dengan anggaran Rp 2,4 milyar tersebut kondisinya makin memprihatinkan.
Belum lagi musim hujan, aliran sungai Bamba meluap sehingga air sungai ikut meluber ke pemukiman warga karena volume debit air meningkat. Pemuda setempat Muh Harun Hamid mengatakan Dinas Pekerjaan Umum (PU) tidak pernah memperbaiki selama 7 tahun pasca ambruk.
Menurutnya, jembatan tersebut sudah ditelusuri aparat penegak hukum dan sudah bergulir di meja hijau. Sayangnya, jembatan tak kunjung diperbaiki dikarenakan kasus ini belum inkrah.
“Selalu saja ada alasan pemerintah kalau kita datang mengeluh, alasannya, belum ada perintah direnovasi karena kasusnya masih bergulir,” ujar Harun.
Dinas Pekerjaan Umum (PU) ingin membongkar jembatan tersebut tapi karena alasan keterkaitan hukum atas dasar barang bukti kasus korupsi jembatan belum selesai, sehingga pihak Dinas PU menunggu hingga kini.
Pemerhati lingkungan Kabupaten Pinrang, Isra Amin mengaku prihatin kondisi jembatan yang tak kunjung diperbaiki hingga mengancam kelangsungan warga dalam berkendara terutama dampak banjir akibat meluapnya sungai.
“Jembatan Bamba semestinya harus diangkat bangkainya dikarenakan mengundang kegelisahan warga setempat dan berpotensi besar warga bisa berdampak Bencana dan merusak pula mata pencaharian para petani. Karena arus air sungai yang meluap merusak rumah serta tanaman warga di sekitar sungai Bamba yang akan berakibat fatal,”tutur Isra. (ady/C)

