MAKASSAR, BKM — Perusahaan Umum Daerah (Perusda) milik Pemprov Sulsel selama ini kerap disorot. Pasalnya, sejak kehadirannya hingga saat ini, tak banyak memberi kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Yang ada malah cukup membebani APBD karena kerap meminta suntikan modal.
Beberapa unit usaha yang dikelola juga kerap merugi. Salah satunya adalah Hotel Grand Sayang Park. Baru setahun beroperasi, hotel tersebut tak mampu menghasilkan kontribusi. Malah terus merugi sehingga sejumlah karyawannya terpaksa dirumahkan dan gajinya selama beberapa bulan tidak dibayarkan.
Menghadapi persoalan ini, Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah merombak manajemen Perusda.
Dia menunjuk iparnya, Taufik Fachruddin menjabat Penjabat (Pj) Perusda Sulsel menggantikan Haris Hodi.
Ada sejumlah alasan kenapa adik kandung isterinya, Lies Fachruddin itu ditunjuk sebagai penjabat.
Menurut Nurdin, Taufik yang saat pilkada lalu menjadi Ketua Tim Pemenangannya, punya kapasitas dalam mengelola sebuah usaha. Seperti diketahui, lelaki yang disebut-sebut akan maju dalam Pilkada Pangkep itu merupakan salah satu direksi di PT Maruki, sebuah perusahaan pengelolaan kayu di KIMA yang mengeskpor produknya ke mancanegara, terutama Jepang.
Nurdin menekankan, kapasitas Taufik hanya sebagai penjabat. Bukan Dirut Perusda definitif. Tugasnya adalah melakukan inventarisasi terkair berbagai persoalan yang membelenggu Perusda selama ini sehingga tidak kunjung memberi keuntungan kepada Pemprov Sulsel.
Selain itu, kata mantan Bupati Bantaeng dua periode itu, Taufik juga ditugaskan untuk mengevaluasi aset Perusda yang ada. Sekaligus melakukan analisa dan perencanaan, bidang usaha apa saja yang cukup prospek atau menjanjikan untuk dikelola Perusda.
“Penunjukan Dirut baru Perusda Sulsel, dia itu (Taufik) sebagai Pj, dia sekarang lagi mempersiapkan beberapa bidang usaha yang bisa menjadi profit centre,” ungkap Nurdin di Hotel Four Point Sheraton, Rabu (24/10).
Lebih jauh dikemukakan, menghadapi kondisi hotel milik pemprov, Grand Sayang Park yang terus merugi, NA mengatakan butuh pengelolaan yang lebih profesional.
“Ini persoalan marketing kok. Kalau kita konsisten ajak tamu-tamu ke sana, tentu akan maju,” ungkapnya.
Taufik membenarkan pengangkatan dirinya sebagai Pj Dirut Perusda. Dia mengaku sudah punya target atas untuk membenahi Perusda ke depan. SK sebagai dirut pun baru diberikan sepulangnya dari Umrah, Selasa siang lalu.
“Kita akan benahi Perusda ke depannya. Akan banyak program. Kami ingin bagaimana Perusda Sulsel bisa berkembang seperti di Jakarta,” ungkapnya.
Dia menjamin Perusda Sulsel akan lebih baik kedepannya. Taufik sudah menyusun sejumlah perencanaan yang terukur, untuk membuat perusahaan yang dipimpinnya lebih berkembang. (rhm)
NA Tunjuk Iparnya Pj Dirut Perusda
×

