CALON Senator asal Sulsel Arianto Burhan Makka (ABM) mulai memassivkan pergerakan, utamanya di 8 daerah untuk menuju kursi Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI pada 2019 mendatang. Menurut ABM sudah tiga bula dirinya mulai melakukan sosialisasi. “Sejak tiga bulan lalu saya intens keliling Sulsel. Bahkan hampir setiap pekan. Saya mengencangkan pergerakan di 8 daerah, yakni Bulukumba, Jeneponto, Gowa, Makassar, Maros, Pinrang, Luwu Timur, dan Barru,” terang calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI nomor urut 25 ini, Kamis (25/10) kemarin.
ABM yang juga Wakil Ketua Umum BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sulsel ini menargetkan 10 ribu suara di setiap kabupaten.
Namun khusus di Kota Makassar, ABM optimistis bisa meraih 100 ribu suara dengan mengandalkan jaringan pertemanan.
“Melihat survei SSI, saya masuk dalam 10 besar. Tentunya saya akan terus bergerak dan menargetkan 10 ribu suara dari setiap kabupaten. Kalau Makassar target saya bisa sampai 100 ribu,” ujarnya.
Arianto sendiri melakukan pendekatan ke masyarakat melalui isu milenial untuk pengembangan entrepreneur muda khususnya di wilayah pedesaan. Menurutnya, banyak potensi bisnis yang sebenarnya bisa dikembangkan di wilayah pedesaan. “Sebenarnya banyak potensi yang bisnis yang bisa kita masukkan ke desa. Mulai dari pertanian, UMKM, hingga koperasi. Tinggal kita mencarikan skemanya, kemudian dilempar ke investor untuk permodalan,” pungkasnya.
Khusus untuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), Arianto berharap agar pemerintah melakukan pendampingan demi meningkatkan ekonomi kerakyatan. ABM juga menyatakan kesiapannya untuk membantu fasilitasi pendampingan itu melalui instansi terkait jika kelak duduk di kursi DPD RI. “Perlahan UMKM harus akrab dengan sistem digitalisasi. Menjalankan usaha dengan metode online. Tinggal bagaimana kita membantu pemerintah agar peduli dengan pelaku UMKM dengan melakukan pendampingan dimulai dari pelatihan secara berkala,”jelasnya.
Menurut ABM, UMKM merupakan basis kemajuan ekonomi kerakyatan. Di samping karena modalnya kecil, hampir semua orang bisa melakukannya. Sehingga, peningkatan jumlah pelaku usaha saatnya harus terus bertumbuh agar masyarakat mandiri dan meningkatkan taraf hidupnya.
ABM juga berharap agar pelaku UMKM di Sulsel bisa meningkat sekitar 5% per tahun sehingga dapat berperan lebih besar dalam menggerakkan ekenomi kerakyatan. Selain pelatihan dan pendampingan, lanjut ABM, berbagai aspek lain untuk mendorong gairah UMKM adalah melibatkan mereka dalam berbagai agenda atau even penting pemerintah di bidang ekonomi, seperti pameran dan membantu mereka mempromosikan produk UMKM. (ita/rif)
Massifkan Pergerakan di 8 Daerah
×

