MAROS,BKM — Polres Maros menyiapkan 264 personel untuk mengantisipasi pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa di 64 Desa se kabupaten Maros yang akan dilaksanakan serentak pekan depan.
Kapolres Maros AKBP Yohanes Richard Andrias menuturkan, dari seluruh pelaksanaan pemilihan, pemilihan Kepala Desa merupakan perhelatan yang sangat rawan konflik.
Pasalnya, baik calon dan pendukungnya berhubungan secara langsung. Hal tersebut sangat rawan meciptakan konflik dan provokasi Pilkades.
Personel tersebut kata Yohanes, akan ditempatkan di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk melakukan pengamanan.
Setiap TPS akan dijaga minimal satu orang aparat. Hanya saja, pihak kepolisian akan menempatkan dua orang personil pada TPS yang dikhawatirkan memiliki kerawanan terjadi konflik.
Meski enggan menyebutkan desa-desa yang rawan konflik, mantan Kapolres Toraja ini menjelaskan, pihaknya telah mengantongi beberapa desa yang disinyalir rawan terjadi konflik.
“Di Maros, ada 64 desa yang melakukan Pilkades dengan jumlah 128 TPS. Kita akan menyiapkan satu TPS satu orang aparat kepolisian. Tapi ada juga yang akan kami tempatkan dua orang aparat. Khususnya di TPS yang rawan terjadi kericuhan. Ada beberapa Kecamatan yang sudah kami petakan rawan terjas konflik. Cuma kita belum bisa membeberkannya,” jelasnya saat berdiskusi dan bersilaturrahim bersama awak media, Jumat (26/10).
Yohanes yang didampingi Wakapolres Maros, Kompol Muh Amin ini mengimbau kepada semua pihak, untuk bersama-sama mendukung Pilkades damai, yang akan digelar serentak pada 31 Oktober mendatang.
Jika ada oknum yang kedapatan, melakukan konflik atau memprovokasi, maka polisi akan melakukan penindakan tegas dan diusut.
“Kalau ada yang bentrok, jelas kami usut. Makanya, untuk menghindari itu, peran semua pihak sangat dibutuhkan. Tanpa kerjasama, Pilkades tidak akan berjalan lancar,” katanya.
Yohanes melanjutkan, jika terjadi konflik Pilkades, Polres akan menambah personel di lapangan berdasarkan permintaan Kapolsek. Selama pelaksanaan Pilkades, Kapolsek diminta untuk aktif memantau gerakan massa di wilayah kerjanya masing-masing.
“Kami akan menambah kekuatan, jika ada laporan atau permintaan bantuan dari Polsek. Polsek akan mendeteksi desa yang konflik,” katanya. (Askari)

