MAKASSAR, BKM–Menghadapi Pilpres 2019, capaian Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla selama empat tahun kini dimanfaatkan tim pemenangan Jokowi-Ma’ruf sebagai bahan kampanye.
Begitu pula, di kubu Prabowo-Sandi yang memanfaatkan masalah yang ada selama empat tahun kepemimpinan Jokowi-JK menjadi bahan kampanye mereka.
Ketua tim Koalisi Adil Makmur Sulsel untuk Prabowo-Sandiaga Uno, Andi Idris Manggabarani mengkritisi masalah perekonomian selama kepemimpinan Jokowi JK. Di antaranya, melemahnya rupiah, tenaga kerja asing yang menguasai sebagian besar lapangan kerja serta kurangnya daya beli masyarakat. “Masyarakat juga harus tahu masalah yang dialami oleh Indonesia saat ini, utamanya di bidang perekonomian. Karena itu yang dirasakan masyarakat saat ini,” ungkapnya saat dikonfirmasi di Makassar, Jumat (26/10).
Apalagi selama ini, pemerintah hanya menyampaikan jika angka kemiskinan semakin menurun, namun tidak melihat masyarakat yang hampir jatuh miskin. Olehnya itu fakta integritas dilapangan tidak diperhitungkan secara akurat sesuai dilapangan tidak hanya berdasarkan data belakang yang bisa saja dimanipulasi.
“Tingkat kemiskinan masyarakat sangat tinggi. Ketika ada gejolak sedikit seperti rupiah melemah, pasti mereka langsung jatuh. Dengan kondisi seperti ini, kita tentu makin terpuruk, pemerintahan saling menyalahkan ulama terpecah dan sekarang ini kita dikotak-kotakkan,” jelasnya.
Sebaliknya, di kubu Tim Jokowi-Makruf, Wakil Ketua Koalisi Indonesia Kerja (KIK) Sulsel Fadly Noor menjual kemampuan Jokowi dan tim keuangan negara. Ia menyebut penguatan dollar tidak memberi dampak yang besar bagi Indonesia.
“Salah satu jualan di kampanye pilpres 2019 ini adalah pemerataan infrastruktur dan ketahanan keuangan negara, meskipun saat ini penguatan dollar terhadap rupiah itu naik,” ujarnya.
Menurutnya, pihaknya akan lebih banyak mengkampanyekan hasil yang sudah terlihat di masyarakat luas. Seperti pemerataan infrastruktur, meskipun masih banyak capaian-capaian Jokowi-JK selama empat tahun terakhir.
“Kita lebih banyak mengkampanyekan terkait infrastruktur, karena masyarakat sudah bisa merasakan sendiri,” ucapnya. (ita/rif)
Kelemahan Capres Dimanfaatkan Sebagai Bahan Kampaye
×

