MAKASSAR, BKM — Di era Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah dan Wakil Gubernur, Andi Sudirman Sulaiman, salah satu yang menjadi perhatian adalah pembangunan infrastruktur. Mulai perbaikan jalan, penyediaan irigasi, dan masih banyak lagi. Dibutuhkan anggaran yang cukup besar untuk merealisasikan pembangunan infrastruktur tersebut.
Jika di era Syahrul Yasin Limpo, selain mengandalkan APBD yang nilainya cukup terbatas, pemprov juga mengandalkan pinjaman lunak yang diambil dari Pusat Investasi Pemerintah (PIP) yang saat ini berubah nama menjadi PT Saraja Multi Infrastruktur (SMI).
Namun, sepertinya Gubernur Nurdin Abdullah ogah berutang untuk itu.
Mantan Bupati Bantaeng dua periode itu menegaskan tidak mau berutang kareba sama saja akan membebani rakyat.
“Kalau saya, Bupati Bantaeng 10 tahun, apa yang pertama saya lakukan, bayar utang. Saya tidak mau berutang. Karena itu rakyat terbebani. Jadi apa yang ada, ini yang harus kita perbaiki. Kalau saya ngapain utang?,” ungkapnya di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Minggu (28/10).
Dia menekankan, ketimbang berutang, dirinya lebih baik mencari sumber-sumber penganggaran dari luar, misalnya dalam bentuk investasi. Karena itu, jaringannya harus bekerja dan pro aktif.
“Kita harus mencari grant dari luar. Makanya jaringan harus bekerja. Jangan hanya jaringan dalam negeri,” pungkasnya.
Hingga saat ini, Pemprov Sulsel masih berutang di PIP alias SMI itu.
Pada Desember tahun 2012, Pemprov Sulsel melakukan penandatanganan perjanjian utang ke PIP sebesar Rp500 miliar. Namun, secara berkala, utang tersebut dicicil.
Kepala BPKD Sulsel, Andi Arwin Azis belum lama ini menjelaskan, pinjaman tersebut berjangka waktu hingga 5 tahun dengan bunga pinjaman 7,75 persen.
Menurutnya, mekanisme pembayaran dilakukan per triwulan sebesar Rp34 miliar. Jika dikalkulasi setelah pembayaran November mendatang, masih ada tersisa Rp68 miliar.
Selanjutnya, Pemprov Sulsel kembali akan membayar utangnya di bulan Februari dan Mei agar lunas.
Arwin melanjutkan batas akhir pembayaran pada Agustus tahun depan namun ditarget Mei atau Juni sudah ada dilunasi semuanya. Kata Arwin, kendati ada pembayaran utang yang melewati masa jabatan gubernur saat ini, namun tetap akan teralokasi di APBD 2018.
Pihaknya pun menjamin pelunasan kewajiban Pemprov masih on the track atau sesuai perjanjian yang telah disepakati.
Beberapa proyek infrastruktur dibangun menggunakan dana dari SMI. Salah satunya adalah Jalan tembus Perintis-Tol Ir Sutami. (rhm)
NA tak Ingin Berutang di PIP
×

