MAKASSAR, BKM–Sejumlah partai politik (parpol) mulai menyiapkan saksi untuk ditugaskan mengawal tempat pemungutan suara (TPS) pada hari pelaksanaan pemilu legislatif (pileg) 17 April 2019 nanti.
Tak hanya menyiapkan saksi di seluruh TPS yang ada, namun sejumlah parpol juga tengah menyiapkan anggaran untuk dana saksi setiap orang.
Dari sejumlah pimpinan parpol, ada yang mengakui bila dana saksi disesuaikan, ada juga berasal dari saweran hingga ada pula yang sama sekali ditanggung oleh partai itu sendiri alias gratis.
Partai Golkar sejak awal telah mendata saksi yang akan disebar di 24 kabupaten kota di Sulsel. Hanya saja Golkar belum merinci besaran honor untuk setiap orang saksinya.
Wakil Ketua dewan pimpinan daerah (DPD) Partai Gerindra Sulsel Syawaluddin Arif mengaku tidak mematok besaran untuk dana saksi. “Kita tidak patok berapa biaya saksi tapi yang jelas anggaran untuk saksi dan pengamanan suara mencapai ratusan juta. Ada sekitar 17 ribu tps di Sulsel harus di pantau, di awasi dan di kawal sehingga suara itu bisa aman dan tidak terjadi kecurangan dan masalah di TPS sampai pada finalisasi perhitungan suara,”ujar Syawaluddin yang juga juru bicara Gerindra Sulsel ini.
Partai Nasdem Sulsel menyiapkan sekitar 26.319 saksi di setiap TPS. “Setiap TPS akan dikawal oleh satu orang saksi sesuai dengan aturan,”ujar Sekretaris DPW Nasdem Sulsel, Syaharuddin Alrif usai menerima kunjungan pengurus purna paskibraka Indonesia (PPI) Sulsel di gedung DPRD Sulsel, Jl Urip Sumoharjo, Makassar, Senin (29/10).
Syaharuddin yang juga wakil ketua DPRD Sulsel ini menambahkan bila dana saksi ini akan disesuaikan dengan proporsi yang ada. “Dana saksi kita patungan dengan caleg dan partai,”ujarnya.
Soal besarnya dana saksi setiap orang, Syaharuddin yang kembali maju di pileg lewat daerah pemilihan (dapil) IX Sulsel meliputi Kabupaten Sidrap, Pinrang dan Enrekang ini tidak ingin merincinya.
Hal sama juga disampaikan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sulsel yang akan menyiapkan 26.143 saksi TPS.
Ketua PDIP Sulsel, Andi Ridwan Wittiri (ARW) mengatakan dana saksi berasal dari partai dan gotong royong yang diserahkan oleh para calon anggota legislatif (caleg).
“Dananya tentu dari gotong royong dari masing-masing caleg,”ujar ARW di Warung Kopi AW, Jl Gunung Bawakaraeng, Makassar, Sulsel, Senin (29/10).
ARW yang juga anggota Komisi IV DPR RI ini juga belum ingin merinci besaran honor setiap saksi yang akan bertugas disetiap TPS. Ia mengatakan setiap daerah pemilihan maka koordinator setiap dapil akan membayar sebagian biaya saksi dan survei. “PDIP Perjuangan tidak punya mahar kepada kader dan caleg yang maju. Siapa pun caleg yang menang maka dia harus ganti semua uang teman-teman caleg lain,” katanya.
Sehingga, menurutnya, tak akan ada yang dirugikan, cuman pengembalian bertahap kepada caleg yang kalah.
Ketua DPW PSI Sulsel Muhammad Fadli Noor mengemukakan belum ada keputusan soal itu. “Akhir tahun baru kami rapat nasional terkait tehnis pelaksanaan hari H Pemilu,”ujar Fadli Noor, Senin kemarin.
Menurutnya, yang pasti PSI tidak membebankan kepada caleg dalam rekrutmen maupun pembiayaan saksi, “Semua dilakukan oleh partai,”tegas Fadli.
Sekretaris DPD Partai Hanura Sulsel Affandi Agusman Arif mengaku belum bisa memberikan jawaban dengan alasan bahwa sementara dirumuskan ditingkat DPP. “Hanura sedang dirumuskan ditingkat DPP,”ujar Affandi Agusman Aris.
Jika ada yang partai yang melakukan saweran untuk membiayai saksi dan ada pula yang menggratiskan, namun berbeda dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Ketua DPW PKB Sulsel Azhar Arsyad mengaku jika soal dana saksi diserahkan ke DPC dan caleg-calehnya. “PKB menyerahkan kepada DPC serta caleg-calegnya untuk mengatur dana saksi,”ujar Azhar Arsyad. (ita/rif)
Dana Saksi, Ada Yang Saweran Hingga Gratis
×

