GOWA, BKM — Front Pembela Islam (FPI) Kabupaten Gowa menolak keras keberadaan organisasi terlarang HTI (Hizbut Tahrir Indonesia) di Indonesia, khususnya di Kabupaten Gowa karena bertentangan dengan Pancasila.
Hal tersebut ditegaskan langsung Ketua FPI Gowa Ustadz Ismail Hamzah saat bersilaturahmi dengan Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga, Selasa (30/10/2018) siang di ruang kerja Kapolres.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua FPI Gowa bersama Ketua FPI Kecamatan Bungaya ustadz Arsyad sekaligus membahas tentang stabilitas kantibmas di wilayah hukum Polres Gowa.
Dua tokoh Islam ini juga membahas terkait dinamika situasi kamtibmas di wilayah Kabupaten Gowa pasca peristiwa pembakaran bendera organisasi terlarang HTI di Kabupaten Garut beberapa waktu lalu.
“Alhamdulillah, wilayah Gowa sampai saat ini masih kondusif dan tidak ada gejolak apapun pasca peristiwa pembakaran bendera organisasi terlarang HTI di Garut beberapa waktu lalu,” kata ustadz Ismail Hamzah.
Ketua FPI Gowa itu pun menegaskan bahwa pihaknya menolak keras keberadaan Ormas HTI di Kabupaten Gowa karena bertentangan dengan Pancasila.
“Kami juga selalu turun ke masyarakat untuk mengajak bekerjasama agar tidak mudah terpengaruh / terprovokasi dengan isu-isu yang beredar yang dapat menimbulkan permasalahan,” terang ustadz Ismail Hamzah.
Ustadz Ismail Hamzah pun mengatakan pihaknya siap bermitra dengan Kepolisian dalam menjaga situasi kantibmas agar Gowa tetap aman dan kondusif, sehingga diharapkan kepada seluruh lapisan elemen masyarakat Indonesia, khususnya di Kabupaten Gowa agar tidak mudah terpengaruh dengan isu-isu yang memprovokasi.
Sementara Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga didampingi Kasat Intelkam Iptu Wily Yulistyo pun menyampaikan harapannya kepada FPI Gowa untuk dapat terus saling bersinergi dan bekerjasama dengan Kepolisian dalam menjaga situasi kantibmas wilayah agar tetap aman dan kondusif.
“Kita berharap pasca insiden di Garut tidaklah merembes ke Gowa dan daerah lainnya makanya kami proaktif melakukan koordinasi dengan berbagai pihak termasuk dengan seluruh ormas Islam di Gowa ini agar tidak melakukan aksi terkait pembakaran bendera tersebut,” jelas kapolres. (saribulan)

