GOWA, BKM — Panas terik matahari, keringatan, kehausan dan harus disiplin itulah sebagian hal yang dirasakan para peserta tes CAT (Computer Assisted Test).
Belum lagi yang membawa anaknya ke lokasi tes yang terletak di Radio Republik Indonesia (RRI) Jl Riburane, Makassar.
Mereka terpaksa mengikutkan suami mereka hanya untuk menjagai anaknya selama mengikuti tes CAT yang berlangsung selama satu setengah jam.
Dari pemantauan Beritakota Makassar di lokasi pelaksanaan CAT yang dikawal puluhan staf dari BKN pusat, dari ribuan peserta, banyak diantaranya yang sedang mengandung atau hamil.
Banyak juga yang mengikutkan anaknya dan dijagai oleh para suaminya di luar arena peregistasian peserta tes.
Hiruk pikuk peserta mengikuti tes CAT ini. Tes CAT yang dibagi lima sesi ini membuat para peserta yang jumlahnya 3.830 orang dari kalangan tenaga pendidik, tenaga kesehatan, tenaga teknik dan honorer K2 bergilir dites sesuai sesinya.
Para peserta lebih tegang lantaran dari dua sesi yang diikuti kurang lebih 1.000 orang peserta yang telah usai dites hanya tiga orang yang dinyatakan lulus.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Gowa Muh Basir mengatakan, tes ini memang sangat ketat. Terbukti dari 1.000 peserta lebih yang sudah ikut tes pada sesi pertama Minggu (4/11/2018) hanya tiga orang yang dinyatakan lulus sedang pada sesi kedua yang dilaksanakan tadi Senin (5/11/2018) tidak satupun yang lulus.
“Super ketat. Tidak ada koneksi-koneksian. Bahkan kemarin itu ada yang pingsan setelah nilainya kurang satu digit dari standar nilai yang ada. Peserta pingsan itu nilai TWK 100 (standar 75), TIU 100 (standar 80) dan TKP 142 (standar 143). Jadi sisa satu nilainya yang kurang,” kata Basir di lokasi CAT.
Ribuan peserta tes yang ditemui di siang bolong kemarin hanya segelintir yang mampu tersenyum. Soalnya hasil CAT ini langsung bisa diketahui dilayar yang disiapkan oleh BKPSDM secara online dari BKN.
Di sela menanti giliran tes, banyak peserta yang hanya terdiam sambil menatap rekannya yang lain yang lebih enjoy. Ada juga yang lebih sering mengusap perutnya yang buncit karena sedang hamil.
Fitrah Rezky salah satunya. Dokter umum asal Kecamatan Manuju Kabupaten Gowa yang kesehariannya honor di Makassar mengaku hamil 9 bulan anak pertamanya. “Saya was-was mba tapi harus saya jalani dan semoga saya lulus,” kata Fitrah Rezky.
Sementara Imri, salah seorang perawat RSB Ananda yang merupakan warga Gowa ini mengaku tegang. “Iye saya tegang. Semalam saya tidak bisa belajar. Yah kalau rejeki yah lulus,” ucap Imri tersenyum sambil berteduh di bawah pohon menunggu giliran sesi tiga.
Di sisi lain ada juga peserta perempuan yang terpaksa melepas sepatunya lantaran alas sepatunya lepas sehingga sepatu dilepas. Mau keluar beli tidak kantongi uang lantaran semua barangnya berupa tas, handphone, dompet sudah masuk loker petugas.
“Saya mau keluar beli sepatu tapi uang saya ada di tas, temanku jauh dari lokasi dan saya tidak ingat berapa nomor HPnya,” kata peserta tersebut risau. Namun akhirnya dia masuk ke aula tanpa alas kaki dan menenteng sepatunya tersebut. Dia takut pergi jauh-jauh karena peraturan tes CAT ini terlambat 1 detik saja maka dinyatakan gugur.
Saking ketatnya tes CPNS ini, peserta bercadar pun diperiksa selektif. Pihak BKPSDM Gowa sebagai pelaksana perekrutan tak mau kecolongan joki.
“Makanya kami harus periksa wajahnya apakah sesuai dengan KTP atau tidak. Kami waspadai joki,” kata salah seorang perempuan staf BKPSDM Gowa yang membawa peserta yang mengenakan cadar ke tempat yang agak aman untuk pemeriksaan wajah. (saribulan)

