PASANGKAYU, BKM — Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) mendukung upaya peremajaan kelapa sawit rakyat di Provinsi Sulbar. Kementan menargetkan replanting sawit rakyat dengan luas 5.000 hektare.
Juga, perluasan tanam jagung dengan sistem tumpang sari. Demikian disampaikan Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman, saat berkunjung ke Desa Lariang, Kecamatan Tikke Raya, Kabupaten Pasang Kayu, beberapa hari lalu.
Amran mengatakan, pemerintah menargetkan replanting sawit rakyat dengan luas 5.000 hektare di Sulbar dengan nilai Rp125 miliar. ”Bahkan bisa kita usahakan hingga 7.500 hektare. Sementara alokasi untuk Kabupaten Pasang Kayu setengahnya atau 2.500 hektare,”’ kata Amran.
Menurut Mentan, peremajaan perkebunan sawit rakyat memang sedang menjadi perhatian pemerintah. Karena di Sulbar banyak sawit yang usianya lebih dari 28 tahun. Usia sawit tersebut berpengaruh terhadap penurunan produktivitas hingga hanya tiga ton per hektare.
Pada kesempatan tersebut, Mentan Amran Sulaiman juga memberikan benih jagung gratis untuk lahan seluas 40 ribu hingga 50 ribu hektare di Kabupaten Pasang Kayu. Kombinasi antara peremajaan sawit rakyat dengan jagung ini diyakini mampu mendorong optimalisasi lahan pertanian produktif, sekaligus menjaga petani tetap punya penghasilan.
Pada saat ini, harga jagung di Sulbar yakni Rp3.700 per kilogram. Bahkan, beberapa petani di Pasangkayu mengakui kalau harga jagung ini bisa mencapai Rp4.200 per kilogram.
Menurut Amran, harga jagung yang menguntungkan ini seharusnya bisa mendorong petani menanam jagung, sambil meremajakan sawit yang baru bisa produktif setelah lima tahun tanam.
”Jadi kita dorong peremajaan. Sekaligus wajib tanam jagung dan benihnya sudah kami alokasikan gratis,” jelas Amran saat meninjau langsung lahan jagung siap panen seluas 300 hektare. (int)
Kementan Dukung Peremajaan Kelapa Sawit di Sulbar
×

