BONE, BKM — Kebudayaan bugis masih terus dilestarikan dan dipertahankan. Pihak Yayasan Sulapa Eppae’ menggelar festival serumpun bugis dengan rangkaian kegiatan seperti pagelaran atau pertunjukan, diskusi.
Bentuk kegiatan yang dilakukan berupa pertunjukan seni tradisional bugis, permainan rakyat bugis, dialog budaya yang mengungkap nilai-nilai kearifan lojal dari pappaseng, reuni alumni sekolah bugis, dan anjangsana ke makam raja Bone La Patau Matanna Tikka di Nagauleng Kecamatan Cenrana.
La Patau Matanna Tikka adalah tokoh utama dalam gerakan Sompunglolo-Sempugi di Sulsel abad XVIII.
Pembina Yayasan Sulapa Eppae’ Dr H Ajiep Padindang, SE MM mengungkapkan bahwa kebudayaan bugis perlu gerakan pemajuan dengan berbagai program dan kegiatan.
Sehingga perlu dilakukan pertunjukan seni dan budaya serumpun bugis yang menghadirkan 150 peserta dari budayawan, seniman dan umum dari kabupaten di Sulsel diantaranya Kabupaten Bone, Soppeng, Wajo, Bulukumba, dan Sidrap.
Dari jumlah peserta ini, kata anggota DPD RI tersebut tentu akan mendapatkan pengetahuan dan pengalaman terhadap budaya bugis yang ada di Sulsel. Tentu kegiatan ini akan membangun kebersamaan, keakraban dan proses-proses dialogis yang pada gilirannya membentuk komitmen betapa pentingnya menggali dan mengembangkan nilai-nilai kearifan lokal budaya bugis sebagai bagian dari budaya.
“Festival Sempugi 2018 ini dimaksudkan untuk menjadi bukti nyata pelaksanaan gerakan pemajuan budaya bugis dengan tujuan untuk meningkatkan aktivitas dan kreativitas seniman dan pemerhati seni budaya bugis,” ujar Ajiep Padindang kepada BKM di Baruga Maccoppo Tellue’ Watampone, Sabtu (10/11).
Lebih lanjut dia mengatakan bahwa kegiatan ini juga bertujuan untuk mendorong semangat kekeluargaan serumpun bugis agar dapat diidentifikasi, diinventarisir dan dikaji tentang nilai-nilai kearifan budaya bugis melalui atraksi, pertunjukan, permainan dan pameran seni budaya bugis.
Acara ini sebagai ajang silaturrahim dengan tujuan membangun komunikasi yang efektif sesama alumni sekolah bugis dan sesama pelaku kegiatan seni budaya bugis. Acara ini turut hadir pemerintah daerah, budayawan, dan pelaku seni. (Ila)

