pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

PPP Konsisten Pada Garis Perjuangan Islam

MAKASSAR, BKM–Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tidak khawatir dengan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT) sebesar 4 persen karena sudah memiliki basis dan pemilih yang jelas.
Selain itu, PPP telah memilih garis perjuangan Islam, meski ada yang terganggu dengan garis perjuangan tersebut sehingga berharap agar PPP dan partai islam lainnya tidak masuk parlemen.
Hal tersebut terungkap dalam ngobrol politik dengan tema ‘Membedah peluang partai islam di Pileh 2019 di Warkop Dottoro Kompleks Topaz Panakkukang, Selasa (13/11).
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Sulsel, HM Aras meyakini jika partai berlambang kabbah ini mampu survive di Pileg 2019 mendatang. Walaupun banyak survei yang menyebut partai islam akan tumbang satu per satu diamputasi oleh jebakan ambang batas parlemen atau PT 4 persen. “Bedalah, kita (PPP) tidak bisa merubah ideologi dari Islam menjadi nasionalis karena itu sudah ketetapan pendiri PPP. Lagipula lucu kalau lambang kita kabbah, tapi ideologi kita bukan Islam. Pengalaman pileg selama ini, PPP selalu diprediksi cuma dapat 2 hingga 4 persen, namun hasilnya PPP selalu meraup suara 8 hingga 10 persen,”ujar HM Aras.
Menurut Aras, garis perjuangan politik PPP memang tidak berambisi menjadi partai penguasa atau pemenang sebagaimana cita-cita partai politik lainnya. PPP hanya bercita-cita semata agar eksistensi agama diakui dalam setiap regulasi yang dilahirkan pemerintah. Dengan kata lain, PPP memiliki keterwakilan di parlemen untuk memperjuangkan kepentingan umat Islam dan agama lain yang ber-Ketuhanan Yang Maha Esa. “Perjuangan PPP selama ini sangat nyata di parlemen. Tapi masyarakat banyak yang tidak mengetahui itu. Contoh lahirnya KPK itu atas inisiatif PPP. UU pernikahan, UU pembatasan minuman keras, UU anti pornografi, dan yang saat ini diperbincangkan UU tentang madrasah dan pondok pesantren itu semua inisiatornya adalah PPP. Dan masih banyak regulasi lain yang dilahirkan dari fraksi PPP,” tandasnya.
Salah satu strategi PPP dengan cara menggaet pemilih milenial. PPP terus berupaya menghapus stigma sebagai partai tempat berkumpulnya orang-orang tua, pakai songkok dan hanya untuk baca doa. “Kita mencoba tampil dengan gaya yang menyesuaikan. Bahwa Islam itu keren. Mulai dari ketua umum sampai kader-kader kita semuanya wajib tampil keren sepanjang tidak melanggar syariat Islam.
Mantan sekretaris DPW PPP Sulsel diera kepemimpinan HM Amir Uskara ini mengakui bila PPP sejak dulu banyak mengalami goncangan dan tantangan, namun selalu lolos karena masih solidnya para tokoh yang berada dibarisan pendiri partai seperti dari NU, Masyumi, Sarikat Islam dan Perti.
Pengamat politik dari UIN Alauddin Makassar Dr Fidaus Muhmmad menilai jika PT 4 persen sesungguhnya jebakan bagi partai islam agar eksistensinya di senayan semakin berkurang. “PT 4 persen itu merupakan jebakaan buat partai islam. Paling tidak PT 4 persen merupakan tantangan agar ummat Islam dapat menyatu dalam menyalurkan pilihan politiknya. Ini tantangan lima bulan kedepan,”ujar Firdaus.
Pengamat politik Dr Sawedi Muhammad juga berpendapat sama bila partai Islam perlu waspada. Menurutnya, dari pemilu kepemilu suara partai islam hanya berada dikisaran 35 hingga 45 persen. “Kalau terus menurun, maka bisa jadi tak satupun partai islam yang lolos PT di senayan,”ujar Sawedi.
Untuk itu, partai islam seperti PPP harus punya strategi khusus agar tetap mendapat kepercayaan publik sebagai partai yang banyak memperjuangkan kepentingan masyarakat dari berbagai segmen. (rif)



×


PPP Konsisten Pada Garis Perjuangan Islam

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar