TAKALAR, BKM — Upaya pencegahan, pemberantasan, penyalagunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN) terus dilakukan oleh seluruh pihak berkepentingan di Takalar.
Salah satunya seperti kerjasama yang dilakukan Pemkab Takalar dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulsel dengan menggelar pertemuan Asistensi Penguatan Pembangunan Berwawasan Anti-Narkoba, Kamis (15/11/2018).
Kegiatan tersebut dibuka langsung Ketua BNK Takalar, H Achmad Daeng Se’ re dan dihadiri oleh Ketua BNN SulSel, Brigjenpol Drs Idrus Kadir.
Ketua BNN Kabupaten Takalar, H Achmad Dg Se’re dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang setingg-tingginya atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Dimana, kata dia, dengan adanya kegiatan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan, khususnya di intansi pemerintah tentang bahaya narkoba sehingga dapat melindungi generasi muda dari barang haram.
“Narkoba adalah musuh dunia, musuh kita semua untuk itu perlu penanganan secara serius dan komprehensif dari seluruh komponen masyarakat dengan melakukan Sosialisasi di masyarakat dan generasi muda, pengadaan test urine secara berkala, pembentukan relawan dan satgas antinarkoba serta membentuk program lain sesuai kebutuhan,” katanya.
Selain itu, lanjutnya, juga dibutuhkan kerjasama semua pihak dalam penanggulangan narkoba sehingga generasi muda terhindar dari jerat narkoba.
Pada kesempatan yang sama Kepala BNN Provinsi Sulsel, Brigjenpol Drs Idrus Kadir mengatakan bahwa berbagai upaya telah dilakukan dalam pecegahan dan penyalagunaan narkoba.
“Seperti melakukan penggeledahan langsung di pabriknya. Tetapi itu tidak mengurangi peredaran narkoba,” katanya.
Namun, lanjutnya, jika pola pikir masyarakat sudah berubah maka peredaran narkoba akan bisa diatasi.
Ditambahkan pula ada 3 tantangan yang dihadapi Indonesia yang paling krusial yaitu korupsi, paham radikalisme, bahaya narkoba dan HIV/Aids. (ari irawan)

