KECAMATAN Latimojong, salah satu wilayah administratif di Kabupaten Luwu terletak di kawasan pegunungan. Di kawasan ini terdapat pegunungan Latimojong yang merupakan titik tertinggi di Pulau Sulawesi.
Laporan: Irwan Musa
Rangkaian pegunungan ini bukan merupakan gunung berapi seperti gunung-gunung lain yang tersebar di beberapa wilayah Indonesia. Wilayah dari pegunungan Latimojong dipenuhi hutan tipe Montana. Dimana karakteristik dari hutan tipe ini adalah tumbuh di wilayah dengan ketinggian 2.000 hingga 3.000 meter dari permukaan laut.
Jika beruntung, para pendaki dapat bersua dengan babi rusa dan anoa di wilayah hutan gunung ini. Pegunungan Latimojong diketahui memiliki tujuh puncak dan masing-masing puncak mempunyai namanya sendiri.
Buntu Rante Mario sebagai titik tertinggi di Pulau Sulawesi, diikuti Buntu Nenemori sebagai titik tertinggi kedua dan puncak lainnya Buntu Sinaji, Buntu Sikolong, Buntu Rante Kambola, Buntu Bajaja dan Buntu Latimojong.
Selain kawasan pegunungan tertinggi, kawasan Latimojong juga memiliki kawasan wisata alam yang menarik dan menantang. Salah satu destinasi wisata alam baru yang digenjot Pemkab Luwu yakni air terjun Sarassa terletak di Desa Ulusalu.
Air Terjun Sarassa berada pada ketinggian 100 meter lebih. Di bawahnya bagus untuk berenang. Lokasinya pun cukup luas. Daerah air terjun juga berdekatan dengan lokasi jatuhnya pesawat Aviastar beberapa tahun lalu.
Sekarang lokasi air terjun ini sangat mudah diakses. Telah dilakukan perbaikan jalan menuju akses wisata. Baik dari jalur menuju kantor kecamatan hingga jalur ke wisata air terjun tersebut.
Air terjun Sarassa memiliki ketinggian sekitar 150 meter. Sumber mata airnya dari pegunungan Latimojong yaitu mata air yang mengalir dari Gunung Sikolong dan Gunung Rante Kambola menyatu membentuk sebuah sungai melewati formas tebing bebatuan.
“Kita gelar Eksplore Latimojong. Program ini untuk membuka ruang isolasi daerah terpencil melalui promosi destinasi wisata alam baru,”ujar Bupati Luwu Andi Mudzakkar.
Debit air pada aliran sungai kemudian jatuh bebas dari tebing melebar menjadi air terjun yang menawan. Sebagian menjadi embun oleh tiupan angin dari arah bawah celah bukit.
Saat musim hujan, debit air semakin bertambah. Tekanan air semakin deras. Beberapa radius dari tempat ini, seakan menjadi areal yang selalu basah oleh titik air.
Air terjun Sarasa, dari sekian banyak air terjun yang ada di sekitaran pegunungan Latimojong, tidak akan habis dijelajahi. Namun, yang menjadi daya tarik dari air terjun ini adalah tempatnya yang sangat jauh. Masih alami kalau dilewati.
Ketinggian air terjun ini juga membuat para penjelajah makin tertantang.Petualang wisata alam penasaran untuk
segera menikmati pesona air terjun tertinggi di pegunungan Latimojong.
“Alhamdulillah animo masyarakat Luwu menikmati kawasan air terjun Sarrasa sangat tinggi,” ujar Pls Sekdis Pariwisata Luwu Rahmat Muharram. (wan/C)

