GOWA, BKM — Berdasarkan hasil pemantauan Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan kondisi saat ini memang berpotensi untuk terjadinya cuaca ekstrem dengan curah hujan yang cukup tinggi. Bahkan diperkirakan curah hujan tinggi dan lebih cepat dimulai November saat ini dan diperkirakan sampai Februari 2019.
Menyikapi kondisi ini, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gowa telah melakukan sejumlah persiapan untuk menghadapi cuaca ekstrem.
Kepala BPBD Gowa Ikhsan Parawansa saat dikonfirmasi, Rabu (21/11/2018) siang di kantornya mengatakan pihaknya telah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat agar mewaspadai cuaca ekstrem pada musim hujan yang berpotensi menyebabkan longsor, banjir dan bencana alam lainnya seperti angin kencang.
“Untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan di Gowa, pak bupati sudah menyarankan untuk mewaspadai cuaca ekstrem yang bisa terjadi kapan saja,” kata Ikhsan.
Ikhsan pun mengatakan sebagai bentuk persiapannya, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR).
“Khusus untuk lingkungan hidup mereka segera membersihkan saluran-saluran dan memangkas pohon-pohon yang bisa saja tumbang saat terjadi musim hujan. Sementara untuk Dinas PUPR itu segera melakukan normalisasi terhadap saluran air yang memungkinkan bisa menyebabkan banjir,” jelasnya.
Ikhsan pun kembali mengingatkan masyarakat khususnya yang ada da di wilayah rawan longsor di kawasan dataran tinggi untuk selalu waspada. Juga kepada masyarakat yang berada di wilayah rawan angin kencang serta banjir.
“Waspadalah selalu. Yang wilayah yang sering banjir jangan mana urus, ayo bersihkan saluran air dari sampah-sampah yang menyumbat
Jangan biarkan pemerintah bergerak sendiri, ayo kita semua bersama-sama tumbuhkan kepedulian itu sebab yang akan merasakan dampaknya adalah diri kita sendiri. Yang menyebabkan banjir juga diri kita sendiri yang mungkin tanpa sadar kita telah membuang sampah sembarangan di saluran air, drainase, di got-got sehingga aliran air jadi tersumbat,” jelas Ikhsan.
BPDB Gowa sendiri telah membentuk posko yang melayani aduan masyarakat selama 24 jam dalam rangka menghadapi kondisi cuaca estrem.
“Jadi kalau misalnya ada laporan dari masyarakat, kami akan segera bertindak dengan menurunkan beberapa tim yang telah kami bentuk,” tambah Ikhsan. (saribulan)

