MAKASSAR, BKM — Banyaknya suguhan informasi dan cara politik kotor, yang membuat pesta demokrasi kian hari semakin rusak. Membuat Komite Pimpinan Kota Partai Rakyat Demokratik (KPK -PRD) Makassar menurunkan basis kadernya di 14 kecamatan untuk mendorong agar pemilu bisa benar-benar terwujud dan demokrasi bisa ditegakkan.
Sekretaris KPK PRD Makassar, Hendrikus Nehat mengatakan dalam kurung waktu masa kampaye ini, masyarakat selalu disugguhkan dengan cara berpolitik yang kotor salah satunya dengan saling serang pribadi anatar Calon Legislatif (Caleg) dan Calon Presiden (Capres), penggunaan politik identitas, penyebaran hoax dan berbagai macam cara-cara negatif yang kontraproduktif.
“Kita melihat bagaiamana Pileg dan Pilpres dalam catatan sejarahnya tidak banyak yang melahirkan pemimpin yang pro rakyat. Sekarang politik dan kampaye calon pemimpin bukan lagi adu gagasan yang dijual, sekarang mereka ibaratnya saling tonjok antar dua kubu, menyebar informasi hoax. Yang kami mau adalah adu gagasan, pemikiran dan menunjuukkan yang positif ke masyarakat. Mengedukasi masyarakat tentang bagaimana politik itu,” ungkapnya di warkop 115 Toddopuli Makassar, Kamis (22/11/2018).
Saat ini, kata dia, pesta demokrasi tidak ada menunjukkan dari segi positifnya. Olehnya itu, ia menurunkan basisnya untuk turun kelapangan untuk mengedukasi masyarakat tentang bagaimana politik yang mengedukasi.
Bahkan basis KPK PRD telah turun ke 15 Kecamatan untuk melakukan beberapa kegiatan dialod dan diskusi.
“Kita menggelar beberapa dialog ini dibebeapa kegiatan dan memang KPK PRD telah membuat dialog dan sosialisasi ke publik untuk membahas persoalan penyebaran informasi hoax dan bukan lagi pada apa yang akan kita buat dan inginkan dari pileg ini,” ujarnya.
Dalam dialog publik yang mengusung tema mengawal pemilu damai, merawat persatuan nasional yang menghadirkan pemateri Ketua KPUD Makassar, Syarif Amir, Ketua Bawaslu Makassar, Nursari, Andi Luhur Prianto SIP, MSi Wakil Dekan II fakultas Sospol Unismuh, Qodriansyah Agam Sofyan Ketua AJI Makassar dan Zulkhair Burhan SiMa Ketua Jurusan Hubungan Internasional Unibos. (**)

