TANA TORAJA, BKM — Tiga komisi di DPRD Tana Toraja mulai Jumat (23/11/2018) membahas RAPBD 2019 bersama mitra organisasi perangkat daerah (OPD) masing-masing.
Sebelumnya, pada Rabu (21/11/2018) Bupati Tana Toraja, Nicodemus Biringkanae menyerahkan draf RAPBD ke dewan.
Keesokan harinya, Kamis (22/11/2018) seluruh fraksi menyampaikan pandangan umum atas RAPBD 2019.
Ketua Komisi II, Paulus Paonganan, di sela-sela pembahasan menjelaskan, dengan meningkatnya RAPBD Tana Toraja tahun 2019 mencapai Rp1,3 triliun, maka dewan tentunya lebih hati-hati mencermati setiap program OPD.
“Pasalnya sudah pengalaman setiap tahun APBD ditetapkan akhir Desember, kenapa tender proyek selalu terlambat,” katanya.
Parahnya lagi, kata dia, ada proyek tidak jalan. “Olehnya itu OPD harusnya perioritaskan program kerja sesuai kebutuhan dan mendesak di tengah masyarakat,” katanya.
“Apalagi kalau program tidak searah dan sejalan dengan visi dan misi Pemda perlu ditinjau ulang, sebab esensi dari program pembangunan adalah perbaikan ekonomi dan tingkatkan kesejahteraan masyarakat, ” kunci Paulus. (gus)

