pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Panjat Tiang Demi Berkibarnya Bendera

UPACARA dalam rangka memperingati Hari Guru dilaksanakan di Lapangan Karebosi, Senin (26/11). Sebuah peristiwa menarik dan heroik diperlihatkan seorang guru. Ia memanjat tiang demi berkibarnya benderah merah putih.

NAMANYA Sukamrat. Guru mata pelajaran Bahasa Inggris di SMP Negeri 17 Makassar. Ia mewakili sekolah sekaligus panitia di Hari Guru, kemarin.
Pagi-pagi sekali Sukamrat melaksanakan tugasnya di Lapangan Karebosi. Dia diberi amanah untuk mengurus barisan peserta upacara. Dari sekolah hingga UPTD (Unit Pelaksana Teknis Dinas).
Memeriksa posisi barisan lalu mendokumentansinya, dikerjakan Sukamrat. Termasuk mengatur tempat papan nama peserta upacara. Usai itu, ia kemudian naik ke tribun lapangan. Selanjutnya bergeser ke kamar kecil yang ada di belakang tribun.
Ketika melangkah menuruni anak tangga, protokol menyampaikan bahwa kepada hadirin untuk berdiri. Karena bendera merah putih hendak dikibarkan. Tiba-tiba terdengar suara; matimi!
Sukamrat lalu bergegas naik. Tak jadi masuk ke kamar kecil. Ada yang bilang bahwa bendera jatuh. Namun, Sukamrat tidak langsung bertindak. Karena masing-masing sudah ada panitia yang ditugasi.
Pada saat bersamaan, prosesi penghormatan belum dilaksanakan. Datanglah Kepala SMPN 29 bernama Latif di samping Sukamrat. Latif kemudian berujar; Mungkin Pak Sukamrat bisa memanjat. Karena dia pernah melihat Sukamrat memanjat pohon.
Atas permintaan sahabatnya itu, Sukamrat langsung bergegas. Ia membuka sepatu kulit warna hitam yang dipakainya. Ketika membuka sepatu yang sebelah kanan, tidak ada masalah. Giliran yang sebelah kiri hendak dibuka, Sukamrat salah tarik talinya. Ternyata bukannya terbuka, tali sepatu itu malah makin kencang.
Dengan segera dia membuka ikatan tali sepatunya itu. Selanjutnya bergegas menuju tiang bendara. Dia pun langsung memanjat. kira-kira setinggi 10 meter, Sukamrat berhasil menggapai tali bendera. Setelah itu langsung turun.
”Setelah diperiksa, ternyata tali tiang bendera terlepas dari pengaitnya. Kalau pengaitnya masih terpasang di bendera. Jadi anak-anak pengibar bendera tidak ada yang salah,” tutur Sukamrat yang dihubungi BKM usai melakukan aksi heroiknya, kemarin.
Apa yang dilakukannya dengan memanjat tiang demi lancarnya proses pengibaran bendera, disebut Sukamrat sebagai salah satu bentuk pengabdian. ”Saya hanya ingin upacara berlangsung sukses. Memang tiang benderanya agak licin, karena malamnya hujan. Saya berusaha mencapai tali untuk kemudian dibawa turun,” imbuh pria kelahiran Makassar, 31 Desember 1966 ini.
Sukamrat sempat menyaksikan wajah-wajah kaku tiga siswa SMP yang ditugasi sebagai pengibar bendera di upacara ini. Hal tersebut bisa dimakluminya di tengah kondisi seperti itu. Namun, akhirnya prosesi pengibaran bendera berlangsung lancar.
Ditanya tentang perasaannya usai melaksanakan tugas tak terduga itu, Sukamrat berujar; ”Ini bagian dari semangat untuk melanjutkan jiwa patriotisme kepada bangsa dan negara. Kedua, sebagai bentuk loyalitas kepada pimpinan. Ketiga, bertambah sahabat. Waktu mau pulang banyak yang mengajak foto-foto. Tapi pengabdian ini belumlah seberapa,” imvuhnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Hasbi, memberi apresiasi terhadap apa yang dilakukan Sukamrat. ”Awalnya semua berjalan lancar. Sewaktu pengibaran bendera hendak dilakukan, tiba-tiba talinya terlepas. Tiba-tiba ada seorang guru yang merupakan panitia Hari Guru berlari menuju tiang bendera. Ia melompat lalu memanjat tiang untuk memperbaiki. Setelah diperbaiki, barulah bendera bisa. Padahal tiangnya licin,” jelas Hasbi, kemarin. (nug/rus/c)



×


Panjat Tiang Demi Berkibarnya Bendera

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar