BARRU, BKM– Ketidaklulusan peserta tes setelah mengikuti seleksi kompetensi dasar (SKD) juga dialami sejumlah anak Pejabat Pemkab Barru. Termasuk Furqan putra Bupati Barru Suardi Saleh bersama dua anak pejabat lainnya juga tidak berhasil melampaui passing grade yang ditetapkan.
Selain anak Bupati Barru yang tidak Lulus pada formasi Teknik Pengelolaan Ekosistem laut. Putri Sekretaris Kabupaten Barru, dr Dini Pratiwi Nasruddin juga dinyatakan belum berhasil lolos dalam seleksi CPNS tahun ini.
Begitu pula Resky Amaliah anak pertama Kepala BKPSDM Nasruddin yang memilih formasi Analisis Keuangan, juga dinyatakan tidak diterima dalam tes CPNS tersebut.
Putri Sekab dr Dini Pratiwi Nasruddin sendiri memilih formasi dokter umum. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari BKPSDM Barru, masih ada beberapa anak pejabat ditingkat Kepala Bidang yang tidak lolos dalam seleksi CPNS tersebut.
Meski begitu, bukan berarti tidak anak pejabat Pemkab Barru yang berhasil lulus. Seperti diakui Sekretaris BKPSDM Barru, Ahmad, bahwa ada juga anak pejabat yang berhasil menembus ketatnya proses seleksi CPNS.
Terbukti Putra Asisten I Darwis Pala dinyatakan lulus pada formasi dokter umum yakni dr M Zhafran Darwis. Anak Mantan Kadis Pertambangan Pemkab Barru ini termasuk pendaftar CPNS berkualifikasi cumlaud.
“Saat ini Kepala BKPSDM akan ke Jakarta untuk berkonsultasi ke Kemenpan dalam rangka mengetahui tentang penerapan sistem rangking dalam seleksi lanjutan dari penerimaan CPNS ini. Jika dilakukan sistem rangking, maka Putra Bupati Barru memiliki peluang untuk kembali mengikuti proses seleksi. Kendati masih harus bersaing lagi dengan tiga pendaftar lainnya karena diformasinya dibutuhkan satu orang,” pungkas Ahmad.
Sementara untuk peluang Putri Sekab Barru bakal bersaing dengan enam orang karena diformasinya dibutuhkan dua orang. “Jadi kalau sistem rangking diterapkan, maka putra Bupati Barru dan putri Sekab memiliki peluang terbuka untuk mengikuti proses seleksi kompetensi bidang (SKB),” ujarnya. (udi)

