ENREKANG, BKM — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Enrekang menggagas pembentukan Sekolah Siaga Bencana (SSB).
SSB tidak lagi terfokus pada siswa-siswi yang duduk di bangku SMA tapi mulai tahun ini, pembentukan dilakukan di SMP.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Enrekang, Benny Manjsur via ponselnya, Selasa (27/11) mengatakan pendidikan kebencanaan sudah harus ditanamkan kepada siswa-siswi sejak dini. “Bukan hanya siswa SMA saja tapi juga kepada siswa yang masih duduk di bangku SLTP,”jelas Benny.
Bahkan Benny mengharapkan agar pendidikan kebencanaan sudah harus dimasukkan ke dalam kurikulum di sekolah,”Tindakan pencegahan dan kesiapsiagaan tentang kebencanaan sudah harus mulai diberikan kepada anak didik kita agar mereka paham dan tau bagaimana meminimalisir terjadinya bencana. Mereka juga sudah dapat menghindari jika tiba-tiba terjadi bencana,”tambahnya.
Setidaknya para siswa dapat mengamalkan di lingkungan rumahnya bagaimana cara mencegah terjadinya bencana.”Contoh kecil saja, tidak membuang sampah di sungai atau di saluran-saluran air agar tidak terjadi banjir,”sebut Benny.
Olehnya itu, BPBD aktif melakukan pembinaan dan sosialisasi ke sekolah-sekolah. Kegiatan ini sudah dilakukan sejak tahun 2013. Namun kegiatannya baru sebatas sosialisasi. Baru pada tahun 2016 BPBD sudah mulai membentuk sekolah siaga bencana.
Hingga tahun 2018 sudah ada delapan SSB yang sudah dibentuk,” Rencananya kita akan membentuk SSB diseluruh SLTA dan SLTP yang ada di Kabupaten Enrekang,” harap Benny Manjsur.
(rls)
BPBD Bentuk Sekolah SSB
×

