pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Peluang Caleg Perempuan di DPRD Makassar Masih Minoritas

SELAMA ini keterwakilan perempuan di parlemen sangat sedikit. Bahkan, tidak pernah mencapai 30 persen keterwakilan perempuan di DPRD Sulsel, apalagi ditingkat Kabupaten/Kota.
Legislator Golkar Makassar Melani Mustari membenarkan bila selama ini pemilih kurang begitu percaya pada perempuan untuk mewakili mereka di parlemen. Hal tersebut membuat caleg perempuan susah duduk di kursi legislatif.
“Pemilih kurang percaya pada perempuan. Di DPRD orang bilang minoritas. Karena memang tidak pernah mencukupi kuota 30 persen. Tapi kalau untuk jadi caleg pasti cukup, karena kewajiban,”ujar Melani Mustari, Jumat (30/11).
Persoalannya lainnya di momen-momen Pileg, caleg perempuan memang selalu banyak. Tapi sebagian besar mereka jadi caleg bukan atas kemauan sendiri, tapi karena terpaksa guna memenuhi kuota caleg. Padahal, caleg perempuan ini seharusnya bangga menjadi caleg karena tidak semua perempuan bisa memiliki kesempatan dan keberanian untuk aktif berpolitik.
Jika kebanggaan itu sudah ada, tentu semangat untuk menduduki kursi legislatif akan tercipta, dan kemudian bisa meningkatkan keterwakilan perempuan di parlemen. “Siapapun mereka yang menjadi calon harus lebih aktraktif untuk memberikan kepercayaan pada masyarakat untuk memilih perempuan juga (jadi anggota dewan),” bebernya.
Meskipun banyak tantangan untuk memenuhi kuota 30 persen keterwakilan perempuan di parlemen, tapi Melani berharap di tahun 2019 ini, keterwakilan perempuan bisa meningkat dari periode sebelumnya. “Karena memang keterwakilan perempuan sangat kurang di DPR. Semoga tidak seperti kemarin yang sedikit sekali, mudah-mudahan bisa lebih banyak lagi di DPR nanti. Terutama, kepercayaan kita pada perempuan harus lebih besar supaya keterwakilan perempuan lebih besar lagi,” bebernya.
Melani sendiri tidak bisa memastikan keterwakilan perempuan akan meningkat pada periode 2019 nanti. Karena hal tersebut mesti dikembalikan ke pribadi caleg perempuan yang maju saat ini. Apakah benar-benar berusaha keras untuk menjadi anggota DPRD atau tidak.
Melani berharap caleg perempuan bisa saling membantu agar meningkatkan keterwakilan perempuan di parlemen,apalagi caleg bersangkutan sesama partai. “Saya tidak bisa menilai, karena pemilihan itu kita tidak bisa nilai hasil akhirnya. Tapi harapan besar saya semoga tahun 2019 nanti keterwakilan perempuan bisa lebih besar daei periode sebelumnya,” tuturnya.
Hal sama dilontarkan legislator Hanura Makassar Shinta Masita Maoulina. Shinta juga belum bisa memastikan apakah ke depan, keterwakilan perempuan bisa meningkat atau justru turun drastis. Sejauh ini, Shinta belum bisa memastikan kualitas caleg perempuan yang bertarung di Pileg 2019 ini. “Kalau melihat calonnya sih banyak. Tapi kita tidak tahu kualitasnya seperti apa, kalau dibanding laki-laki,”singkanya. (ita/rif)



×


Peluang Caleg Perempuan di DPRD Makassar Masih Minoritas

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar