GOWA, BKM — Pemkab Gowa akan menggenjot pelaksanaan imunisasi MR mulai pekan depan. Bupati Gowa yang menaruh harapan besar kepada seluruh lintas SKPD, stakeholder termasuk para kader PKK mulai dari tingkat kabupaten hingga desa ditanggapi PKK dengan respon tinggi.
Seperti dikatakan Ketua TP PKK Kabupaten Gowa Priska Paramita Adnan. Kepada Beritakota Makassar, Minggu (2/12/2018) pagi, Priska mengatakan PKK akan full action di masyarakat.
“Emang itu sudah tugas PKK dan kami sudah siap menyambut dan mendukung keputusan beliau (Bupati Gowa) agar PKK full action. Selama tiga bulan terakhir ini pun PKK sudah royo-royo turun ke masyarakat untuk meningkatkan capaian vaksinasi MR,” kata Priska.
Priska mengatakan untuk bergerak full action ini, pihaknya mengerahkan seluruh kader PKK, khususnya yang ada di pelosok.
“Kita rutin pelatihan kader Dasawisma yang menjadi bagian terpenting dari PKK ini. Dalam pelatihan-pelatihan itu diingatkan agar para kader Dasawisma menyerukan vaksinasi MR kepada para orangtua yang memiliki anak dengan usia wajib imunisasi yakni 0-15 tahun. Jadi apa yang dilakukan PKK itu menyeluruh, selain kita imbaukan soal imunisasi measles rubella (MR) ini, kader juga merutinkan masyarakat untuk berperilaku hidup sehat untuk menghindari stunting terhadap anak-anak kita. Jadi satu kali gerak kita genjot beebagai lini,” terang iatri Adnan Purichta Ichsan ini.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Gowa bahwa pelaksanaan imunisasi MR pada Agustus-September 2018 lalu dari targe 204.698 anak, terealisasi capai MR hanya 107.261 anak. Sehingga tersisa 97.437 anak yang belum terimunisasi MR atau baru sebesar 52,31 persen capaian.
Olehnya itu untuk memenuhi target nasional 95 persen, PKK Gowa akan melakukan berbagai trik guna menyadarkan para orangtua untuk paham betul manfaat MR terhadap anak-anaknya.
“Kami PKK sudah bekerjasama juga dengan jajaran Kementrian Agama (Kemenag) dan Dinas Kesehatan dalam menangani hal ini. Para kader kesehatan diberikan pengetahuan tentang fatwa dan ilmu-ilmu agama dalam menghadapi orangtua yang tidak membolehkan anaknya untuk divaksin MR. Kemudian para Dai dan Daiyah juga diberi pengetahuan untuk mengikutsertakan dalam setiap materi dakwahnya betapa pentingnya vaksin MR ini. Jafi setiql kali para Dai/Daiyah ceramah-ceramah agama mereka sosialisasikan MR itu, agar para orangtua paham manfaat besar MR,” beber Priska. (saribulan)

