pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Antre Dua Jam, Pasien RS Salewangang Disuruh Pulang

MAKASSAR, BKM — Pelayanan di Rumah Sakit (RS) Salewangang Kabupaten Maros, kembali dikeluhkan pasien dan keluarganya. Kali ini keluhan dari keluarga pasien bernama Surti.
Kepada BKM, Surti menuturkan, pada Jumat pagi (30/11) sekitar pukul 09.00, ia mengantarkan ibunya untuk terapi di RS Salewangang. Pagi itu ia ikut antre bersama beberapa pasien lainnya.
Setelah dua jam mengantre, tiba-tiba petugas loket menyuruh mereka pulang. Tentu saja pasien dan keluarganya kaget. ”Sebenarnya ini sudah kali keduanya disuruh pulang. Tapi yang pertama saya legowo dan mencoba sabar. Mungkin ada yang error pada saat itu. Entah masalah sistem online BPJS Kesehatan seperti yang pegawai bilang atau memang human error. Tapi yang kedua ini saya mulai komplain. Dan saat saya komplain, saya malah disuruh SMS saja ke nomor pengaduan. Tapi fikir saya, buat apa kalau cuma SMS. Kebetulan saya bertemu teman sebagai apoteker di RS itu. Saya ceritakan apa yang saya alami hari ini tentang pelayanan dibagian terapi. Saya bertanya dimana kantor yg menangani pengaduan, akhirnya teman saya menjelaskan. Saya izin sebentar untuk meninggalkan ibu sendirian dan ke kanter yang melayani pengaduan,” tutur Sutri, kepada Berita Kota Makassar, Sabtu (1/12).
Tiba di kantor RS Salewangang, ia disambut petugas dan menceritakan kejadian yang dialaminya. Pegawai itu menelepon orang loket. Tanpa kejelasan, pegawai itu meninggalkannya sendirian dan masuk ke ruangan.
”Tapi untung ada pegawai lain dan bertanya keperluan saya. Setelah saya jelaskan, saya disuruh ke ruang Humas. Tapi setelah saya di ruang Humas, lagi-lagi saya tidak mendapat solusi dan hanya menyalahkan bagian loket. Itu setelah pegawai Humas menelepon ke bagian loket dan menjelaskan letak salahnya. Padahal, diawal pegawai loket yang menyalahkan bagian terapi yang menyuruh pulang pasien. Sebenarnya, saya bukannya mencari kesalahan tapi mencari solusi dengan berulangnya kejadian ini. Saya masih saja terus berfikir, dimana kesalahan kami. Kami datang sebelum jam 9 dan mengantre seperti biasanya. Tapi setelah mengantre selama 2 jam, tiba-tiba kami disuruh pulang. Keterlaluan. Kalau kami datang di atas jam 11 bisa dimaklumi kalau disuruh pulang. Tapi ini kami datang pada saat jam pelayanan,” keluh Sutri.
Sementara itu, Humas RS Salewangang Maros, Ratna Edy, ketika dikonfirmasi, Minggu (2/12), membenarkan adanya kejadian tersebut. Diakui, keluarga pasien telah menghadap ke Humas rumah sakit untuk mengadu terkait masalahnya.
Ratna menjelaskan, setelah bagian Humas mengkonfirmasi petugas pelayanan fisiotrapi mengenai penyebabnya, ternyata pasien tersebut belum memiliki SEP yang menjadi syarat mutlak yang harus dimiliki pasien.
”SEP atau Surat Eligibilitas Peserta (SEP) adalah yang biasa disebut jaminan dari BPJS. Bila SEP ndak ada, maka petugas pelayanan dibagian fisioterapi, tidak bisa melayaninya. Saat itu, petugas fisiotrapi sudah melayani 18 pasien. Waktu yang dihabiskan setiap satu pasien fisioterapi kurang lebih 30 menit per pasien. Dan mengingat hari Jumat, sehingga pelayanan petugas sangat terbatas,” jelas Ratna.
Pasien tersebut saat itu telah disarankan untuk datang pada hari Sabtu fisioterapi. Tapi yang bersangkutan sudah marah-marah lalu keluar dengan membanting pintu serta mengatakan akan membuat perhitungan.
Sedangkan untuk pasien saraf tetap berjalan bagus. Tidak ada sama sekali pasien dibagian saraf yang tidak dilayani di polik. ”Kalau orang sudah jengkel, pasti tidak ada kebenaran kita. Untuk itu, saya minta maaf bila ada ketidakpuasan dalam pelayanan kami,”ujar Humas RS Salewangan, Ratna Edy. (ari/mir/b)



×


Antre Dua Jam, Pasien RS Salewangang Disuruh Pulang

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar