pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Perjuangkan Infrastruktur dan Pengembangan Pariwisata

HAL yang banyak ditemukan dalam wilayah Kabupaten Gowa saat ini, yakni masih banyaknya infrastruktur, khususnya jalan yang kondisinya belum memadai. Bahkan tak jarang, di dalam kompleks perumahan, jalan tanah masih mendominasi.
Kenyataan tersebut tak terlepas dari pengamatan Rimba Alam A Pangerang. Calon legislatif (caleg) Partai Golkar untuk DPRD Gowa ini juga kerap mendapatkan aduan terkait permasalahan tersebut ketika bertemu dengan masyarakat. Khususnya kala melakukan sosialisasi kepada mereka.
”Sistem yang ada sekarang, dengan anggaran yang terbatas, intersub yang ada dalam kota belumlah begitu terjangkau. Memang, setiap tahun ada anggaran untuk perbaikan jalan. Tapi bagaimana dengan jalanan warga yang ada dalam kompleks perumahan? Bahkan ada di antaranya masih berupa jalan tanah,” tutur Rimba Alam.
Meski begitu, pria kelahiran Wajo 19 September 1957 ini tetap mengigatkan kepada masyarakat bahwa yang mengalokasikan anggaran untuk perbaikan jalan adalah pemerintah kabupaten. Legislatif hanya mengusulkan.
”Usulan kegiatan biasanya disampaikan dalam Musrembang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan). Anggota dewan yang mengawalnya,” terang alumni APDN tahun 1980 ini.
Selain persoalan infrastruktur, Rimba Alam menawarkan pula program pengembangan sektor pariwisata yang ada di wilayah Kecamatan Somba Opu. Hal itu cukup beralasan. Sebab di kawasan ini terdapat sejumlah situs sejarah yang cukup terkenal. Di antaranya makam Sultan Hasanuddin, serta rumah adat Balla Lompoa.
Dengan berkembangan pariwisata, secara otomatis akan mendorong peningkatan pendapatan masyarakat setempat. Sebab wisatawan akan banyak berkunjung ke daerah ini. Hal tersebut sejalan pula dengan program Pemkab Gowa dalam merevitalisasi budaya.
Apalagi, bidang kepariwisataan bukanlah hal asing bagi Rimba Alam. Selama 12 tahun ia pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Gowa. Seluk beluk tentang objek wisata di daerah ini cukup dipahaminya.
Bahkan sebelum jadi kadis, cucu mantan Gubernur Sulsel Andi Pangerang Petta Rani ini merintis karirnya di Disbudpar Gowa. Mulai dari kepala seksi, kepala bidang, dan wakil kepala dinas. Tercatat 20 tahun ia mengabdikan dirinya di instansi yang mengurusi masalah kebudayaan dan pariwisata ini.
Sebelum di Disparbud, suami dari Wahidah ini juga pernah menjabat sebagai lurah Katangka. Di lokasi ini terdapat sebuah masjid tua Katangka. Banyak peziarah serta wisatawan pecinta budaya yang kerap berkunjung ke tempat ini.
Pada masa kepemimpinannya di Disbudpar Gowa, Rimba Alam sukses menggelar Festifal Keraton dengan peserta terbanyak. Ada 74 kerajaan se-nusantara yang hadir pada hajatan yang berlangsung di tahun 2008 itu.
Selain itu, sewaktu Rimba Alam menjabat sebagai kadisbudpar, Balla Lompoa dibenahi. Ditinggikan 3,20 meter. Termasuk renovasi pada bagian atapnya.
Rimba Alam yang juga wakil ketua DPD Partai Golkar Gowa telah banyak merasakan asam garamnya dunia birokrasi. Tercatat ada sembilan bupati serta pelaksana tugas bupati yang dirasakan kepemimpinannya.
Mulai dari Arif Siradjuddin, Kadir Dalle, Azis Umar, Syahrul Yasin Limpo, A Baso Mahmud, Hasbullah Djabbar, Ichsan Yasin Limpo, Sidak Salam, dan Adnan Purichta Ichsan. Dan di tahun 2017, Rimba Alam mengakhiri karirnya di pemerintahan.
Rimba Alam tak ingin berhenti mengabdikan diri kepada masyarakat. Usai di birokrat, ia kini terjun ke dunia politik. Partai Golkar menjadi pilihannya dalam berkarir.
Tentu dia punya alasan memilih partai berlambang beringin rindang itu sebagai tempat berlabuh. ”Sejak dulu kan saya memang kader Partai Golkar. Tapi karena ada aturan PNS tidak boleh terlibat politik, saya kemudian memilih untuk tak lagi aktif di Partai Golkar. Setelah pensiun, barulah saya aktif kembali, hingga akhirnya ditetapkan sebagai caleg. Kakek saya (AP Petta Rani) itu kan juga salah satu pendiri Partai Golkar di Sulsel,” terangnya.
Baginya, pengabdian tidak bergantung pada usia. Jika fisik dan kesehatan memungkinkan, mengabdi untuk kepentingan masyarakat banyak bisa terus dilakukan. Salah satunya melalui jalur politik.
”Tiada kata akhir untuk mengabdi. Setelah tak lagi di pemerintahan karena faktor usia (pensiun), jalur politik menjadi pilihan dalam mengabdi,” tandasnya.
Daerah pemilihan (Dapil) I yang melingkupi Kecamatan Somba Opu menjadi wilayah Rimba Alam untuk bertarung menuju kursi legislatif. Ada sembilan wakil rakyat yang akan dipilih dari dapil ini.
Lalu apa yang dilakukannya dalam meraih dukungan wajib pilih di dapilnya? Rimba Alam kini aktif bersosialisasi di tengah masyarakat. Dimulai dari keluarga. Kemudian di kalangan teman dan keluarga mereka. Termasuk memenuhi undangan dari warga dan mendengarkan aspirasi serta masukannya. (rus)



×


Perjuangkan Infrastruktur dan Pengembangan Pariwisata

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar