pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Ratusan Anak dan Guru Jadi Agen Perubahan Anti Bullying di Gowa

GOWA, BKM — Sebanyak 200 orang anak terdiri dari murid SD dan siswa SMP serta 100 orang guru berbagai tingkatan sekolah (SD dan SMP) di Gowa menjadi agen perubahan anti bullying.
Penobatan jadi agen perubahan ini dilakukan di sela deklarasi anti bullying sekaligus workshop anti bullying yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Gowa, di Baruga Tinggimae, Rujab bupati Gowa, Selasa siang (4/12).
Dalam deklarasi yang ditandai aksi bertandatangan pada baliho besar sebagai bentuk komitmen bersama anti bullying ini para siswa dan guru untuk melakukan pencegahan bullying di lingkungan sekolah dan lingkungan rumah tempat, menghadirkan dua nara sumber masing-masing Dr Farida Aryani dari Yayasan Indonesia Mengabdi yang merupakan mitra Unicef serta Eva Meizara Puspita Dewi seorang Psikolog dari Universitas Negeri Makassar. Turut hadir Patriani mewakili Kadis Pemberdayaan Perempuan Provinsi Sulsel.
Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Gowa Kawaidah Alham sebagai pelaksana workshop Anti Bullying mengatakan, kegiatan ini dilakukan agar anak-anak maupun para guru dan Kepseknya tahu, paham, sadar dan menyebarluaskan sosialisasi dan penanganan bullying.
”Kita harapkan guru dan kepsek menanamkan itu dan mencegah adanya perlakuan bully di sekolah. Bukan hanya pada siswanya tapi juga antar siswa bahkan antar guru,” jelas Kawaidah.
Asisten II Setkab Gowa Mappasomba, sesaat sebelum membuka workshop tersebut, mengatakan, saatnya stop bullying di kalangan anak-anak maupun orang dewasa. ”Medsos sangat besar dampaknya kepada kehidupan anak-anak kita. Hati-hati memposting baik itu di WhatsApp maupun Facebook yang nadanya membully orang lain. Bully adalah perilaku agresif yang dilakukan berulang-ulang yang dilakukan seseorang perorangan atau berkelompok,” jelasnya.
Terpisah, Hadariah, seorang guru kelas IX SMPN 2 Bajeng, mengatakan, sangat merespon kegiatan workshop ini. Bahkan, Hadariah menilai workshop anti bullying ini sangat sesuai dengan program Gowa Kabupaten Pendidikan (GKP).
Menurut Hadariah, di sekolahnya setiap Jumat dilakukan pencerahan kalbu dengan materi penanaman akhlak bagi para siswa dan guru. ”Jadi di sekolah saya itu ada Jumat Ibadah. Sasaran kita bukan hanya kepada anak didik, tapi kepada guru-guru pun harus ada penyadaran. Bahkan, guru harus ada keteladanan sehingga anak-anak didik pun mengikutinya. (sar/mir)



×


Ratusan Anak dan Guru Jadi Agen Perubahan Anti Bullying di Gowa

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar