LUWU, BKM — Wabup Luwu Amru Saher memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) secara mendadak pasca penanggulangan bencana banjir yang melanda Desa Pompengan, Lamasi di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu Rabu (5/12).
Wabup berpesan setiap saat warga harus sigap dalam menangani bencana agar masyarakat bisa merasa aman.
“Setiap ada bencana kita harus menangani dengan sigap karena kita tdak pernah tau kapan datangnya bencana dan kita juga harus selalu menjaga koordinasi dengan SKPD terkait agar hal-hal teknis bisa ditangani dengan cepat,” ujarnya.
Amru berharap seluruh SKPD bekerja sama dalam menghadapi hal-hal yang menyangkut masalah bencana alam dan dapat menangani secara cepat. “Waspadai sebaran informasi hoax soal bencana alam, apabila ada penyebar hoax mengenai bencana agar masyarakat tidak panik,” ujar Amru.
Rakor penanganan pasca bencana alam berupa musibah banjir di maksudkan untuk selalu siaga dalam menghadapi bencana alam agar masyarakat bisa merasa aman dan nyaman apakah itu sebelum terjadi bencana maupun sesudah bencana.
Sebelumnya, akibat Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Walenrang Timur, Selasa (4/12) dinihari, membuat tanggul Sungai Lamasi Desa Pompengan Tengah jebol sepanjang 70 meter. Sedikitnya 150 rumah di dua desa yakni Desa Pompengan Tengah dan Desa Pompengan Pantai terendam banjir, dengan ketinggian dari 60 sentimeter hingga 1 meter.
Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu, Sulirman mengatakan jebolnya tanggul sungai Lamasi terjadi setelah hujan deras di hulu dan mengakibatkan debit sungai Lamasi naik.
”Tanggul tak mampu menahan material yang dibawa banjir berupa kayu dan derasnya arus sungai Lamasi hingga meluap ke permukiman warga. Jumlah rumah warga yang terdampak banjir sebanyak 150 rumah di dua desa,” katanya. (wan/C)

