TANA TORAJA, BKM — Kapolres Tana Toraja, AKBP Julianto P Sirait bersama Dandim 1414, Letkol CZI Hiras MS Turnip berkunjung ke salah satu rumah korban Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua yang telah tiba di Tana Toraja tadi malam.
Dari 11 warga Toraja yang jadi korban KKB di Papua, 7 di antaranya adalah warga Toraja yang bermukim di Tana Toraja dan Toraja Utara.
Sementara tiga orang adalah warga Toraja yang tinggal di Sulteng dan satu orang warga Toraja yang tinggal di Kaltim.
Ke-7 jenazah warga Toraja dan Toraja Utara tiba adalah Agustinus K (warga Pangala), Alpianus Nano (warga Katun Poya), Carly Zatrino (warga Randan Batu), Anugrah (warga Kapalapitu), Dino Kondo (warga Tamp, Daniel Karre (warga Pangala), dan Markus Allo (warga Baruppu).
Sementara tiga jenazah warga Toraja yang dibawa ke Sulteng adalah Yosafat, Yusran, dan Aris U. Untuk jenazah Samuel Pakiding diberangkatkan ke Tenggarong, Kalimantan Timur.
Kapolres Tana Toraja, AKBP Julianto P Sirait mengaku prihatin dan berduka atas insiden tragis yang menimpa warga Toraja di Papua.
“Kami ke keluarga korban untuk memberikan dukungan moral agar keluarga yang ditinggalkan almarhum dikuatkan imannya serta tabah menghadapi cobaan, ” kata kapolres.
Julianto mengatakan, para korban adalah masyarakat sipil yang menjadi pahlawan bagi keluarganya. Mereka, kata kapolres, berjuang untuk menafkahi keluarga dengan risiko seberat apapun.
“Menghilangkan nyawa adalah tindak pidana tidak dibenarkan, apalagi secara sadis,” ujar Julianto. (agus)

